Video tersebut diunggah ke akun TikTok @wennymayzon1 pada 1 Februari 2025.
"Ngantre ya dek, BPJS ya, hahaha, oh BPJS, masih honorer ya? Kebetulan saya kan (menunjuk logo PT Timah di seragamnya), saya enggak ngantre dek, pasien prioritas. hahaha," ucapnya dalam video tersebut.
2. Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Setelah video tersebut viral dan menuai reaksi negatif dari netizen, Weni mengunggah dua video klarifikasi dan permintaan maaf.
Namun, banyak warganet yang menilai permintaan maafnya tidak tulus dan terkesan tidak serius.
Dalam video klarifikasinya, Weni menyatakan bahwa semua konten di akun TikTok pribadinya merupakan sudut pandang pribadi (POV) dan tidak terkait dengan PT Timah.
"Karena itu akun pribadi saya sendiri yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perusahaan tempat saya bekerja," katanya.
Weni juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu akibat kontennya.
"Untuk pihak-pihak yang terganggu atas video atau VT atau konten yang saya buat, mungkin saya minta maaf, karena konten tersebut tidak ada kaitannya dengan atau tidak ada niat menyinggung profesi atau organisasi tertentu," ucapnya.
Namun, banyak warganet yang menyoroti kata "mungkin saya minta maaf" dalam pernyataannya, sehingga permintaan maaf tersebut dianggap kurang tulus.
Tak lama kemudian, Weni kembali mengunggah video permintaan maaf lainnya, kali ini sambil menangis dan meminta maaf kepada atasannya.
"Maaf Bu, janji saya tidak bisa saya jaga," katanya
Artikel Terkait
Harvey Moeis Divonis 6 Tahun Terkait Korupsi Pengelolaan Timah di IUP PT Timah dengan Kerugian Negara Rp300 Triliun
Sidang Korupsi PT Timah, Ibunda Helena Lim Nangis Histeris, Ini Perbandingan Tuntutan Penjara dengan Harvey Moeis
Sorotan Vonis Ringan Harvey Moeis dalam Kasus Korupsi PT Timah, Kritik Kejagung dan Potret Buruk Pengadilan Indonesia
Harvey Moeis dan Sandra Dewi Terdaftar BPJS Kesehatan Kelas 3, Ternyata Negara Tanggung dengan Nilai Segini
Presiden Prabowo Desak Hukuman Harvey Moeis Ditambah Menjadi 50 Tahun: Vonis Dinilai Terlalu Ringan
Vonis 6,5 Tahun untuk Harvey Moeis Picu Kritik Presiden Prabowo: Desak Hukuman 50 Tahun dan Evaluasi Penjara Koruptor