Mediapriangan.com - Nama Nicolas Maduro mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial setelah kabar penangkapannya oleh Amerika Serikat mencuat ke publik.
Isu ini ramai diperbincangkan lantaran Maduro dituding terlibat jaringan narkotika internasional, sebuah tuduhan yang langsung mengguncang peta politik global.
Berdasarkan laporan Reuters pada Selasa, 6 Januari 2026, Amerika Serikat menangkap Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer yang diklaim terkait kasus narkotika internasional.
Penangkapan tersebut menandai eskalasi serius hubungan diplomatik antara Washington dan Caracas, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang aspek hukum internasional.
Nicolas Maduro pertama kali muncul di hadapan pengadilan federal Amerika Serikat di Manhattan, New York, pada Senin, 5 Januari 2026.
Dalam sidang tersebut, ia menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan narkotika internasional yang dialamatkan kepadanya. Sidang singkat itu berlangsung dengan pengamanan ketat dan menjadi sorotan dunia.
"Saya tidak bersalah. Saya tidak terbukti bersalah," ujar Maduro melalui penerjemah di ruang sidang pengadilan federal Manhattan, New York, AS, dikutip dari Reuters, pada Selasa, 6 Januari 2026.
"Saya adalah pria yang baik. Saya masih presiden negara saya, Venezuela," tegasnya.
Istri Nicolas Maduro, Cilia Flores, yang turut ditangkap oleh Amerika Serikat, juga menyatakan tidak bersalah dalam kasus narkotika internasional tersebut.
Hakim pengadilan federal menetapkan sidang lanjutan akan digelar pada 17 Maret 2026. Proses hukum ini semakin menempatkan nama Nicolas Maduro dalam pusaran perhatian internasional.
Di luar gedung pengadilan Amerika Serikat, puluhan demonstran pro dan kontra berkumpul. Aksi tersebut mencerminkan polarisasi tajam yang menyertai penahanan Nicolas Maduro, sosok yang telah lebih dari satu dekade memimpin Venezuela dan kerap berseberangan dengan kebijakan Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Inggris, Kanada, Australia hingga Portugal Akui Palestina, Netanyahu Geram! Tak Akan Ada Negara Palestina di Tepi Barat
Pengakuan Inggris terhadap Palestina Picu Ketegangan Israel, Tapi Jadi Secerca Harapan Menuju Perdamaian
Dari Peru hingga Filipina, Aksi Gen Z Mengguncang Dunia: Mobilisasi Via Medsos, Bentrok dengan Polisi Tak Terhindarkan
Insiden Mikrofon Mati Saat Pidato Pemimpin Dunia di Sidang PBB soal Palestina, Dugaan Sabotase Mencuat