Niat Orientasi Berujung Kontroversi, Video PMI di Jepang Dipaksa Makan Natto Picu Kecaman

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Selasa, 3 Maret 2026 | 22:16 WIB
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos.  (TikTok.com/@panbobolidos)
Menyoroti insiden viral tindakan ospek terhadap pekerja imigran Indonesia (PMI) di Jepang hingga seniornya minta maaf di medsos. (TikTok.com/@panbobolidos)

JEPANG, Mediapriangan.com - Permintaan maaf akhirnya disampaikan senior setelah perpeloncoan PMI di Jepang menjadi sorotan luas. Kasus ini mencuat usai video natto yang menampilkan sejumlah pekerja imigran Indonesia diduga menjalani aksi tekanan dari senior beredar di media sosial.

Dalam video natto yang sempat viral melalui akun TikTok @panbobolidos, terlihat beberapa junior duduk berderet tanpa mengenakan atasan, hanya memakai celana hitam.

Mereka tampak diminta menghabiskan natto, makanan fermentasi khas Jepang, di bawah pengawasan ketat para senior. Suasana dalam video natto itu terdengar tegang dengan teriakan yang mengarah pada tekanan verbal.

Baca Juga: Hangatnya Bukber Kapolresta Banyuwangi dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Perpeloncoan PMI di Jepang tersebut memicu kecaman warganet. Banyak pihak menilai tindakan senior terhadap pekerja imigran Indonesia itu tidak mencerminkan proses orientasi kerja yang sehat. Unggahan video natto itu pun akhirnya dihapus setelah menuai reaksi keras publik.

Menanggapi polemik perpeloncoan PMI di Jepang, seorang pria yang mengaku sebagai pengunggah sekaligus senior memberikan klarifikasi terbuka melalui akun yang sama pada Selasa, 3 Maret 2026.

"Saya atas nama akun yang sudah mengupload video yang lagi viral," ungkap pria tersebut.

Baca Juga: Tak Punya Uang Cukup, Nenek di Magetan Ini Ngotot Bayar Utang Pakai Beras dan Gula

"Hari ini saya akan mengklarifikasi tentang video anak-anak yang lagi viral makan natto. Saya dan senpai (senior) yang lain tidak bermaksud untuk membully atau menyakiti," tambahnya.

Ia menjelaskan, kegiatan dalam video natto itu disebut sebagai bagian dari pembiasaan terhadap pola makan selama bekerja di kapal Jepang. Menurutnya, orientasi kerja kapal Jepang menuntut pekerja imigran Indonesia beradaptasi dengan menu yang tersedia.

"Tujuan kami biar adik-adik kami yang baru datang bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya," bebernya.

Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota dan Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan 1447 H

"Seperti natto, sashimi, telur mentah. Yang kerja di kapal pasti ada yang paham juga," tambah pria tersebut.

Meski demikian, perpeloncoan PMI di Jepang tetap menuai kritik karena dinilai sarat unsur senioritas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X