Insiden Mikrofon Mati Saat Pidato Pemimpin Dunia di Sidang PBB soal Palestina, Dugaan Sabotase Mencuat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 23 September 2025 | 21:31 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto berpidato tentang Palestina di Sidang PBB, New York. (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto berpidato tentang Palestina di Sidang PBB, New York. (Instagram.com/@prabowo)

Mediapriangan.com - Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York pada Selasa, 23 September 2025, sempat diwarnai insiden teknis. Mikrofon mati beberapa kali saat pidato para pemimpin dunia membahas isu Palestina, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Berdasarkan laporan TRT World, ketiganya sedang menyampaikan pesan penting terkait pengakuan dan dukungan terhadap Palestina ketika gangguan terjadi. Bagi sebagian pengamat, insiden ini menimbulkan dugaan sabotase, meski pihak PBB menegaskan masalah teknis semata.

“Apabila pidato lebih dari lima menit, maka mic akan dimatikan,” ujar Hartyo Harkomoyo, Direktur Informasi Media Kemlu RI, menanggapi isu ini pada Selasa, 23 September 2025.

Baca Juga: Polri Bentuk Tim Transformasi untuk Percepat Reformasi Struktur dan Kultur, Tantangan Implementasi Masih Besar

Kronologi Gangguan Mikrofon

Insiden pertama dialami Erdogan saat urutan kedua dalam agenda sidang. Presiden Turki mengecam tindakan Israel di Gaza dan menyerukan pengakuan negara Palestina.

"Pidatonya terputus. Penerjemah di ruang sidang mengatakan, “Tidak bisa mendengar Presiden, suaranya hilang.” Kebingungan sempat muncul sebelum gangguan cepat diatasi," lapor TRT World.

Gangguan serupa juga dialami Presiden Prabowo ketika menyoroti rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

Baca Juga: Mahfud MD Siap Gabung Komite Reformasi Polri, Istana Sambut Positif, Susunan Anggota Resmi Masih Ditunggu

“Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini," ujar Prabowo.

"Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian...,” ucapnya sebelum suaranya terputus.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga mengalami gangguan saat mengumumkan pengakuan resmi negaranya terhadap Palestina.

“Dalam konteks ini, Kanada mengakui negara Palestina,” kata Carney. Tepuk tangan meriah mengiringi pernyataan itu sebelum mikrofonnya mati sesaat kemudian.

Baca Juga: 352 Siswa Keracunan Massal Diduga Imbas Menu MBG Tak Layak Konsumsi di KBB, Gubernur Dedi Janji Evaluasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X