Kebiasaan berkelanjutan dan kesadaran lingkungan yang ditanamkan sejak usia dini dapat menjadi bekal berharga dari generasi ke generasi.
Selain itu, penting untuk mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular ke dalam pendidikan anak usia dini.
Dengan demikian, kita dapat membentuk model ekonomi yang berkelanjutan dengan mengurangi limbah dan memperbarui sumber daya alam.
Sejarah Hari Keluarga Internasional
Pada tahun 1980-an, Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai memberikan perhatian khusus pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga.
Pada tahun 1983, Komisi Pembangunan Sosial PBB mengeluarkan resolusi tentang "Peran Keluarga dalam Proses Pembangunan", yang menekankan pentingnya kesadaran global tentang masalah-masalah keluarga.
Pada tahun 1989, Majelis Umum PBB mencanangkan Tahun Keluarga Internasional melalui resolusi 44/82 untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu keluarga dan memperbaiki kesejahteraan keluarga di seluruh dunia.
Tanggal 15 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Keluarga Internasional setiap tahunnya sejak tahun 1993, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu yang mempengaruhi keluarga secara sosial, ekonomi, dan demografis.
Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diadopsi pada tahun 2015, pentingnya kebijakan dan program berbasis keluarga semakin ditekankan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Dengan tema dan peringatan 30 tahun, Hari Keluarga Internasional 2024 diharapkan dapat menginspirasi tindakan konkret untuk melindungi dan memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.***