Selain itu, abu yang menumpuk di permukaan tanah dapat menghalangi air untuk menyerap ke dalam tanah, sehingga air menumpuk di permukaan dan membentuk aliran yang membawa sisa kebakaran atau puing-puing.
Kondisi geologi California Selatan juga berkontribusi pada risiko tanah longsor. Wilayah ini memiliki lereng curam yang terdiri dari sedimen lepas, yang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama setelah kebakaran besar.
“Kondisi ini membuat kawasan tersebut lebih rawan terhadap tanah longsor, terutama jika ada pemicu eksternal seperti hujan atau air dari proses pemadaman kebakaran,” tambah Vahedifard.
Kasus Longsor Cepat Seperti di Palisades Jarang Terjadi
Tanah longsor biasanya memerlukan waktu beberapa tahun untuk terjadi setelah kebakaran besar. Namun, kasus yang dialami Edwards tergolong langka, terutama karena api di Los Angeles masih belum sepenuhnya padam.
Vahedifard menyebut bahwa air pemadaman kebakaran menjadi salah satu pemicu utama longsor di wilayah tersebut.
Meskipun curah hujan di California Selatan cukup rendah sejak tahun lalu, air yang digunakan petugas pemadam kebakaran dapat mempercepat proses longsor.
Tanah Longsor Jadi Prioritas Setelah Api Padam
Kapten Adam VanGerpen dari Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles menegaskan bahwa tanah longsor akan menjadi perhatian utama setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Rumah-rumah yang berada di wilayah bekas kebakaran adalah yang paling rentan terhadap longsor atau aliran puing,” ujar VanGerpen.
Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dan meminta para ahli geologi melakukan penelitian untuk memastikan stabilitas tanah di wilayah tersebut.
“Kita harus waspada. Kita harus memberi tahu pemilik rumah untuk tetap berhati-hati,” imbuhnya.