Di sisi lain, kekhawatiran sebagian publik Jerman juga mencuat terhadap Elon Musk sebagai orang yang berpengaruh di AS dan dinilai akan berperan dalam kebangkitan Neo Nazi.
Lantas, mampukah Elon Musk meyakinkan warga Jerman terhadap rencana-rencana 'perubahan' dari AfD sebagai partai pendukung Neo Nazi yang diusungnya?
Menilik berdasarkan catatan sejarah, berikut ini geliat Adolf Hitler saat dirinya membangun partai Nazi hingga menjadi diktator di Jerman.
Baca Juga: Deretan Teori Penyebab Kebakaran Los Angeles, dari Percikan Kabel Listrik hingga Sisa Api Tahun Baru
Mengubah Partai Buruh di Jerman Menjadi Nazi
Dilansir dari Britannica, pasca Perang Dunia I berakhir, Jerman sebagai pihak yang kalah dalam pertempuran mengalami gejolak politik yang hebat.
Situasi itu melahirkan frustasi dan semakin menguat semangat nasionalisme-rasis di kalangan warga Jerman.
Kelompok nasionalisme-rasis di Jerman itu sebenarnya muncul sejak akhir abad ke-19, saat itu masyarakat tengah ramai menyalahkan orang Yahudi atas kekalahan Jerman.
Tidak sedikit juga yang menentang Republik Weimar, sebuah pemerintahan demokratis yang baru di Jerman dari Perjanjian Versailles.
Pada tahun 1919, seorang nasionalis Jerman, Anton Dexler mendirikan sebuah Partai Buruh.
Dexter superioritas bangsa Jerman di Eropa dan berani mengklaim masyarakatnya sebagai bagian dari ras Arya.
Hitler kemudian bergabung dengan Partai Buruh Jerman pada pertengahan September tahun 1919, sebagai pemimpin propaganda.
Baca Juga: Rumah Selamat dari Kebakaran di Los Angeles Kini Terancam Longsor, Bangunan Sampai Terbelah Dua
Bersama Hitler, Partai Buruh Jerman perkembangan pesat dan anggotanya bertambah banyak.