Hingga Minggu, 1 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, penumpang diimbau tidak menuju bandara sampai kondisi keamanan dinyatakan stabil.
Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran. Laporan Al-Jazeera menyebutkan langkah tersebut diklaim untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
Namun di sisi lain, Teheran menilai serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji melakukan balasan.
Baca Juga: Perjuangan Guru di SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa, Seberangi 6 Sungai dan Tempuh 7 Km Demi Pendidikan
Tak lama berselang, Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Rentetan ledakan dilaporkan terjadi di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar hingga Kuwait pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.
Eskalasi konflik Iran vs AS Israel inilah yang kemudian berdampak langsung pada penerbangan Timur Tengah, termasuk penghentian layanan di Bandara Dubai.***
Otoritas bandara dan maskapai terus memantau perkembangan perang Israel Iran sebelum memutuskan normalisasi operasional.***