Dengan ditetapkannya Hari Puisi Sedunia pada 21 Maret, UNESCO berharap dapat menginspirasi perayaan puisi di seluruh dunia.
Sehingga dengan perayaan ini, dapat melestarikan bahasa yang terancam punah, dan membangkitkan ekspresi puitis hingga hari ini.
Membaca, menulis, dan mengajar puisi didorong agar menyatu dengan media ekspresi lainnya seperti musik, tari, lukisan, dan lainnya.
Puisi juga sering disebut sebagai sajak yang dibuat dengan irama, rima, bait, dan memiliki makna.
Ada juga musikalisasi puisi yakni bentuk apresiasi puisi melalui bentuk musikal, mulai dari instrumen atau melodi musik hingga nyanyian.
Sehingga, Hari Puisi Sedunia merupakan kampanye untuk mendukung keanekaragaman linguistik. Selamat Hari Puisi Sedunia 2023 ***