Pada tahun 2021, kota Tbilisi, ibukota Georgia terpilih sebagai World Book Capital. Ini menunjukkan pentingnya promosi dan pengembangan budaya membaca di dunia.
Tema Hari Buku Sedunia 2023
Tema Peringatan Hari Buku Sedunia 2023 adalah "Bahasa Pribumi." Pemilihan tema ini dilakukan secara bersamaan untuk mempromosikan keragaman linguistik dan multibahasa.
Menurut laman resmi UNESCO, tema ini berkaitan dengan kampanye bahasa pribumi yang akan berlangsung selama satu dekade.
Baca Juga: Hari Kesehatan Sedunia 2023, Memperingati 75 Tahun WHO dan Mendorong Kesehatan untuk Semua
Kampanye ini dimulai pada tahun 2022 hingga 2032 dan merupakan bagian dari Piagam Jaringan Modal Buku Dunia.
Piagam tersebut mengakui bahwa konsep buku tidak terbatas pada bentuk sastra tertentu, baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Gerakan kampanye bahasa pribumi dalam Hari Buku Sedunia bertujuan untuk menghargai dan melestarikan bahasa-bahasa pribumi yang semakin langka di seluruh dunia.
UNESCO mencatat bahwa ribuan bahasa pribumi telah hilang, yang pada akhirnya mengurangi keanekaragaman budaya adat dunia.
Melalui tema ini, UNESCO berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa pribumi dan perlunya melestarikannya.
Kampanye bahasa pribumi juga dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi, pengetahuan, dan budaya yang terkandung dalam bahasa pribumi tersebut.
Hal ini sejalan dengan upaya UNESCO untuk mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat dan inklusivitas sosial melalui pendidikan yang berbasis bahasa pribumi.
Selain itu, tema "Bahasa Pribumi" dalam Hari Buku Sedunia dan Hak Cipta Sedunia 2023 juga mendorong para penulis dan penerbit untuk menciptakan karya-karya sastra yang menggunakan bahasa pribumi.