Salah satu inovasi penting dalam peringatan ini adalah proyek Lingkungan Global dan Proyek Hutan Biru Lingkungan PBB.
Proyek tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan ekosistem mangrove dengan fokus pada nilai barang dan jasa yang dihasilkannya.
Contoh sukses dari inisiatif ini adalah proyek One Blue Forests, Mikoko Pamoja (Mangroves Together) di Gazi Bay, Kenya, yang menjadi proyek konservasi pertama di dunia yang menghubungkan hutan mangrove dengan pasar karbon global.
Model ini akan diadopsi dan direplikasi di berbagai lokasi proyek Blue Forest lainnya di seluruh dunia, termasuk di sekitar Teluk Vanga.
Mari bersama-sama merayakan Hari Mangrove Sedunia 2023 dan ikut berkontribusi dalam menjaga hutan perbatasan yang melindungi dunia ini.***