Ketentuan dan Niat Membayar Fidyah untuk Mengganti Puasa Ramadhan

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Selasa, 28 Februari 2023 | 08:53 WIB
Fidyah puasa wajib dikeluarkan oleh seseorang sebagai penggati puasa Ramdhan. (Asep Budi Karyana)
Fidyah puasa wajib dikeluarkan oleh seseorang sebagai penggati puasa Ramdhan. (Asep Budi Karyana)

3. Niat fidyah puasa orang mati (dilakukan oleh wali/ahli waris)

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata anshaumi ramadhani fulaanibni fulaanin fardha lillahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan puasa Ramadhan untuk Fulan bin Fulan (disebutkan nama mayitnya), fardlu karena Allah.”

4. Niat fidyah karena terlambat mengqadha puasa Ramadhan

Nawaitu an ukhrija hadzihil fidyata an ta’khiri qadai shaumi ramadhana fardhan lillahi ta’aala.

“Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan keterlambatan mengqadha puasa Ramadhan, fardlu karena Allah.”

Baca Juga: Stopper Jabar, Strategi Gubernur Ridwan Kamil Berikan Rasa Aman Peserta Didik

Adapun niat fidyah boleh dilakukan saat menyerahkan kepada fakir/miskin, saat memberikan kepada wakil atau setelah memisahkan beras yang hendak ditunaikan sebagai fidyah. Hal ini sebagaimana ketentuan dalam bab zakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X