5 Tradisi Unik yang Dilakukan Masyarakat Muslim Indonesia Menjelang Ramadhan

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Minggu, 19 Maret 2023 | 22:10 WIB
Ilustrasi Berbagai tradisi unik masyarakat muslim Indonesia menjelang Ramadhan. (Freepik/pikisuperstar)
Ilustrasi Berbagai tradisi unik masyarakat muslim Indonesia menjelang Ramadhan. (Freepik/pikisuperstar)

Tradisi nyorog umumnya dilakukan dengan mendatangi kediaman anggota keluarga yang lebih tua. Tujuannya adalah untuk meminta restu kelancaran ibadah puasa selama satu bulan.

3. Meugang

Meugang adalah tradisi unik masyarakat Aceh untuk menyambut Ramadhan. Tradisi ini berupa kegiatan memasak daging untuk dimakan bersama orang terkasih dan yatim piatu.

Baca Juga: Qadha Puasa Ramadhan: Waktu Pelaksanaan dan Niat

Meugang atau Makmeugang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi dan dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri.

Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya, sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramdhan atau hari raya.

Tradisi Meugang ini menjadi sebuah keharusan karena masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama 11 bulan wajib disyukuri dalam bentuk tradisi Meugang.

Baca Juga: Ketentuan dan Niat Membayar Fidyah untuk Mengganti Puasa Ramadhan

 

4. Padusan

Padusan merupakan tradisi menyucikan diri saat jelang Ramadhan. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta (DIY).

Padusan berasal dari kata ‘adus’ yang berarti mandi. Tujuannya adalah menyucikan diri, membersihkan jiwa, dan raga, sehingga saat Ramadhan datang umat muslim dapat menjalani ibadah dalam kondisi suci lahir maupun batin.

Tradisi yang turun-temurun ini, dilakukan dengan cara berendam atau mandi di sumber mata air atau sungai. Saat ini, kebanyakan kegiatan padusan dilakukan secara beramai-ramai, sehingga menarik perhatian wisatawan.

Baca Juga: Kalender Islam Maret 2023, Simak Perkiraan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 1444 Hijriah

5. Arwah Jamak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X