Hijab Impor dari China Bikin Miris, Bos BI Dorong Ekonomi RI Bangkit Lewat UMKM dan Pondok Pesantren Lokal

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 08:31 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (kanan).  (Instagram.com/@perrywarjiyo76)
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (kanan). (Instagram.com/@perrywarjiyo76)

 

Mediapriangan.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkap keprihatinannya terhadap derasnya arus impor produk hijab dari China yang masuk ke pasar Indonesia.

Menurut Perry Warjiyo, kondisi ini mencerminkan peluang besar yang terlewatkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam negeri, khususnya dari lingkungan pondok pesantren.

Pernyataan itu disampaikan Perry Warjiyo saat hadir dalam acara Sarasehan Ekonom Islam Indonesia yang digelar Kamis, 15 Mei 2025.

Baca Juga: Dipecat dan Diblacklist! Jarred Shaw Tak Bisa Lagi Main di IBL Usai Kasus Permen Narkoba yang Gegerkan Dunia Basket

Dalam forum tersebut, ia mendorong agar produk lokal, khususnya hijab dan busana Muslim, bisa dikembangkan oleh UMKM di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan pesantren.

Hijab Jangan Sampai Didominasi Impor, Banyak Potensi dari Pesantren

Perry secara gamblang mempertanyakan mengapa produk hijab yang begitu lekat dengan budaya lokal justru harus diimpor dalam jumlah besar dari China.

Baca Juga: Profil Jarred Shaw, Pebasket Asing yang Bersinar di IBL, Kini Tersandung Kasus Permen Narkoba Kiriman dari Thailand

Padahal, kata dia, Indonesia memiliki banyak pondok pesantren yang bisa menjadi pusat produksi hijab berkualitas dan berskala nasional.

"Bagaimana UMKM membangun hijab, masa kita hijab impor dari China? Di Tasikmalaya banyak, di mana-mana pun juga banyak," kata Perry.

Lebih jauh, ia mencontohkan bahwa pondok pesantren bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi umat jika dibina dan diberdayakan secara tepat.

Baca Juga: Permen Ganja Kiriman Thailand Bikin Jarred Shaw Diciduk! Polisi Ungkap Rencana JDS Bagikan ke Sesama Pebasket

Selain sektor fashion, Perry juga mendorong pesantren untuk berperan dalam sektor pertanian dan pengolahan pangan sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X