Ramai Siswa ke Barak TNI, KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Tak Miliki Standar Baku dan Pengajaran Tak Seragam

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 11:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jadi sorotan usai kirim siswa ke Barak TNI untuk program pendidikan karakter.  (Instagram/@dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi jadi sorotan usai kirim siswa ke Barak TNI untuk program pendidikan karakter. (Instagram/@dedimulyadi71)

 

Mediapriangan.com - Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengirim siswa bermasalah ke Barak Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari program pendidikan karakter terus menuai sorotan.

Meski menuai dukungan dari sebagian masyarakat, program ini juga memicu kekhawatiran, termasuk dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dedi diketahui telah memulai pengiriman siswa dari wilayah Purwakarta dan Bandung ke barak sejak 5 Mei 2025, sebagai upaya membentuk karakter dan disiplin anak-anak.

Baca Juga: KPAI Soroti Program Barak TNI, 6,7% Siswa Mengaku Tak Paham Alasan Dikirim oleh Gubernur Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi juga aktif mempublikasikan aktivitas ini melalui media sosial.

Namun, Komisioner KPAI, Jasra Putra, menilai bahwa program tersebut belum memiliki standar baku yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaannya.

Hal ini dinilai rawan menimbulkan ketimpangan dalam implementasi di tiap lokasi.

Baca Juga: Viral Siswa Jabar Masuk Barak TNI, Kak Seto Angkat Suara, Sebut Banyak Salah Paham soal Langkah Dedi Mulyadi!

"Kami menemukan adanya perbedaan struktur program serta sarana dan prasarana antara Barak TNI di Purwakarta dan Bandung," ujar Jasra dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 16 Mei 2025.

Tak hanya itu, KPAI juga mencatat adanya ketidaksesuaian metode pengajaran mata pelajaran sekolah bagi siswa dari jenjang dan jurusan berbeda.

Jasra menyebut, perbedaan ini juga terjadi dalam hal rasio peserta dan pembina, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam perencanaan kegiatan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kirim Siswa Nakal ke Barak TNI, Pengamat P2G Sebut Kebijakan Gubernur Jabar Masih Kabur dan Minim Solusi

“Kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu hasil dari program secara keseluruhan,” tegas Jasra.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X