Mediapriangan.com - Salah satu raksasa energi global, Shell, secara resmi mengumumkan penjualan seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) miliknya di Indonesia.
Aset bisnis SPBU Shell dialihkan kepada perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Meskipun Shell memastikan bahwa seluruh kegiatan operasional tetap berjalan normal selama masa transisi yang ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, menegaskan bahwa operasional SPBU Shell akan tetap melayani masyarakat seperti biasa.
Selain itu, merek Shell tetap hadir di Indonesia melalui skema lisensi.
“Perjanjian lisensi memungkinkan penggunaan merek Shell beserta standar operasionalnya oleh perusahaan baru,” jelas Susi dalam keterangannya, Jumat, 23 Mei 2025.
Susi juga menjelaskan bahwa masyarakat tetap bisa menikmati produk bahan bakar Shell karena pasokan BBM tetap dikendalikan oleh Shell meski kepemilikannya berpindah tangan.
Sebagai catatan penting, transaksi ini tidak mencakup bisnis pelumas Shell, yang masih akan dijalankan secara terpisah oleh entitas Shell di Indonesia.
Ia juga memastikan bahwa kualitas layanan dan tim pelayanan di jaringan SPBU tidak berubah, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir.
“Shell tetap berkomitmen menjalankan kegiatan operasional yang aman dan andal,” tambahnya.
Artikel Terkait
Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Kantor Cabang Dinas ESDM Wilayah V Sumedang terkait dengan Evaluasi Tahun Anggaran 2021.
Pjs Bupati Tasikmalaya Hadiri Serah Terima Hibah BMN dari Kementerian ESDM, Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Mekanisme Harga Gas LPG 3 Kg dari Agen Hingga Pengecer: Rp19.000 Itu Sudah Mahal
Gas LPG 3 Kg Masih Melenceng? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Berencana Bentuk Badan Pengawas Biar Subsidi Tepat Sasaran!
Bupati Ciamis Dampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Safari Ramadhan dan Peresmian Program Santri Enterpreneur
Danantara Bakal Masuk Proyek Energi, Bahlil Sebut Ikuti Arah Prabowo, ESDM Siap Atur Skala Prioritas Investasi