Terkait langkah bisnis ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menanggapi santai.
Menurutnya, aksi korporasi seperti ini merupakan hal yang lazim dalam dunia bisnis, apalagi dilakukan antar perusahaan swasta.
“Itu biasa, karena mereka bukan BUMN. Maka, kita harus menghargai hak setiap perusahaan swasta yang melakukan aksi korporasi,” ujarnya.
Bahlil juga menegaskan bahwa langkah Shell tidak berarti penutupan layanan di Indonesia.
“Shell hanya menjual, bukan menutup bisnisnya. Ini hanya perpindahan kepemilikan. Jadi, tak perlu ada kekhawatiran,” tegasnya.***
Artikel Terkait
Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mengunjungi Kantor Cabang Dinas ESDM Wilayah V Sumedang terkait dengan Evaluasi Tahun Anggaran 2021.
Pjs Bupati Tasikmalaya Hadiri Serah Terima Hibah BMN dari Kementerian ESDM, Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Mekanisme Harga Gas LPG 3 Kg dari Agen Hingga Pengecer: Rp19.000 Itu Sudah Mahal
Gas LPG 3 Kg Masih Melenceng? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Berencana Bentuk Badan Pengawas Biar Subsidi Tepat Sasaran!
Bupati Ciamis Dampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Safari Ramadhan dan Peresmian Program Santri Enterpreneur
Danantara Bakal Masuk Proyek Energi, Bahlil Sebut Ikuti Arah Prabowo, ESDM Siap Atur Skala Prioritas Investasi