Istilah "Kunto Bimo" sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa: “Kunto” dari ngenta-ento yang berarti “permintaan-mendapatkan” dan “Bimo”, nama salah satu tokoh Pandawa dari kisah Mahabarata.
Namun demikian, mitos tersebut tidak sepenuhnya diterima dalam ranah akademik.
Arkeolog Soekmono, yang memimpin proses pemugaran Candi Borobudur di masa lalu, menyatakan bahwa praktik Kunto Bimo tidak memiliki dasar dalam ajaran Buddha, melainkan berkembang dari kepercayaan lokal.
Terlepas dari mitos dan kontroversi, kunjungan Macron meninggalkan kesan tersendiri.
Selain menunjukkan rasa hormat terhadap kebudayaan Indonesia, tindakannya juga membuka kembali diskusi publik tentang nilai-nilai tradisional dan bagaimana warisan budaya seperti Candi Borobudur diinterpretasikan dari berbagai sudut pandang.***
Artikel Terkait
Bimo Wijayanto Resmi Ditunjuk Jadi Dirjen Pajak oleh Presiden Prabowo, Ini Profil dan Perjalanan Karier Lengkapnya
Presiden Prabowo Ingin Bangun Kampung Haji di Arab Saudi, DPR RI Setuju dan Yakin Bisa Tekan Biaya Akomodasi Jemaah
Danantara Bakal Masuk Proyek Energi, Bahlil Sebut Ikuti Arah Prabowo, ESDM Siap Atur Skala Prioritas Investasi
Perpres Baru Diteken Prabowo, Jaksa dan Keluarganya Kini Bisa Dapat Pengawalan Resmi dari TNI dan Polri
Janji Manis Meikarta Berujung Pahit, 7 Tahun Menanti, Menteri PKP di Era Prabowo Tuntut Refund ke Lippo!
Resmi Diteken Prabowo, Perpres Pelindungan Jaksa 2025 Tegaskan Peran Polri dan TNI, Ini Rincian Pasal-Pasalnya
Isu Reshuffle Kabinet Kian Santer, Istana Buka Suara, Prabowo Evaluasi Rutin tapi Belum Ada Pembahasan Resmi
Alasan Istana Soal Reshuffle, Prabowo Tak Langsung Ganti Pejabat Meski Ada Catatan, Fokus Evaluasi dan Peringatan
Prabowo Dukung Papua Nugini Gabung ASEAN, Dinilai Perkuat Stabilitas Kawasan dan Pengaruh Global Organisasi
Tiba di Jakarta, Macron Senang Bisa Kembali ke Indonesia dan Sebut Prabowo sebagai Sahabat Baik dan Mitra Strategis