Noel menyebut kemungkinan akan dilakukan investigasi jika memang dibutuhkan.
“Kalau seandainya butuh investigasi, kita investigasi, makanya maksud saya HRD siapa jangan bikin hoaks,” ucapnya.
Pernyataan HRD yang dinilai sembrono itu disebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap kegiatan job fair yang selama ini digagas untuk menjembatani perusahaan dan pencari kerja.
Noel pun mengingatkan bahwa para peserta job fair adalah individu yang benar-benar membutuhkan pekerjaan.
Maka dari itu, menurutnya, tak seharusnya ada praktik yang mengarah pada kebohongan publik.
“Itu kumpulan masyarakat yang ingin mencari kerja, berarti ada sebuah kebohongan sampai HRD ngomong gitu, kurang ajar gitu,” tandasnya.
Kasus ini menegaskan pentingnya transparansi dan tanggung jawab dari pihak perusahaan maupun HRD dalam mengelola rekrutmen.
Job fair bukanlah sekadar simbolik, tapi ruang harapan bagi jutaan pencari kerja di Indonesia.***
Artikel Terkait
Detik-detik Korban Longsor Gunung Kuda Selamat Usai Tertimbun 30 Menit, ‘Saya Masih Hidup, Tolong Bantu Saya!’
Sindikat Jual Beli Bayi Bermodus Adopsi di Ngawi Terbongkar, Polisi Tangkap 4 Pelaku dan Ungkap Cara Mereka Beroperasi
Didatangi Suporter Persikas, Dedi Mulyadi Diberi Permintaan Mengejutkan, 'Sama Bapak Saja Jadi Investornya'
Resmi Berlaku Juni 2025! Dedi Mulyadi Larang Pelajar Keluar di Atas Jam 21.00, Pemprov Jabar Tak Akan Bantu Jika Tawuran
Dari Balik Penjara, Nikita Mirzani Curahkan Rasa Haru untuk Lolly di Ultah ke-18, Mimi Bangga Punya Putri Sepertimu
Tak Semua Jemaah Haji 2025 Mabit di Muzdalifah dan Mina, Ini Alasan dan Penjelasan Resmi Kemenag soal Hukumnya