4 Masalah Utama Versi Kemenag Soal Jemaah Haji RI Tak Kebagian Tenda Saat Wukuf di Arafah, Ini Kronologinya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 8 Juni 2025 | 21:11 WIB
Kementerian Agama (Kemenag) RI mengungkapkan kronologi jemaah haji tidak kebagian tenda saat wukuf di Arafah.   (Instagram/makkah.madiinahh)
Kementerian Agama (Kemenag) RI mengungkapkan kronologi jemaah haji tidak kebagian tenda saat wukuf di Arafah. (Instagram/makkah.madiinahh)

Baca Juga: Alasan Mengejutkan Kemenag Batalkan Tanazul, 37 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tetap Wajib Mabit di Tenda Mina

4. Petugas Minim, Beban Besar

Jumlah petugas yang menangani lebih dari 203 ribu jemaah dinilai tidak memadai. Pembagian tugas dilakukan ke dalam tiga Daerah Kerja (Daker): Bandara, Makkah, dan Madinah.

“Dengan jumlah tidak terlalu banyak, petugas harus berjibaku melayani lebih dari 203 ribu jemaah yang tersebar di 60 markaz di Arafah,” ucap Muchlis.

“Ini menyebabkan kesulitan dalam membantu petugas Markaz dalam mengatur penempatan secara disiplin, bahkan banyak petugas yang kelelahan,” tambahnya.

Baca Juga: Tak Semua Jemaah Haji 2025 Mabit di Muzdalifah dan Mina, Ini Alasan dan Penjelasan Resmi Kemenag soal Hukumnya

Dampak Lanjut: Distribusi Makanan Terganggu

Penempatan jemaah yang tidak sesuai skema awal membuat proses distribusi logistik terganggu. Akibatnya, sebagian jemaah tidak mendapat makanan tepat waktu.

“Sebagian jemaah tidak mendapatkan jatah makan tepat waktu karena data distribusi di Markaz atau Syarikah tidak cocok dengan kondisi riil,” imbuhnya.

Pihak Kemenag mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki skema penempatan dan pengawasan operasional haji agar peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X