418 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, Kemenkes Desak Seleksi Kesehatan Diperketat Jelang Musim Haji Berikutnya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 4 Juli 2025 | 07:40 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah.  (Unsplash/Haidan)
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah. (Unsplash/Haidan)

 

Mediapriangan.com - Musim haji 2025 mencatat angka kematian jemaah Indonesia yang mengkhawatirkan. Hingga 30 Juni 2025, tercatat sebanyak 418 jemaah haji asal Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci.

Angka kematian jemaah Indonesia ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung memberi perhatian serius terhadap lonjakan angka tersebut.

Penyebab utama kematian jemaah Indonesia didominasi oleh gangguan kesehatan seperti syok kardiogenik, iskemik jantung akut, dan sindrom gangguan pernapasan akut pada orang dewasa.

Baca Juga: Penerbangan dari Madinah Dimulai, Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2025 Kini Masuki Fase Akhir Operasional

Kondisi ini turut menjadi sorotan otoritas Arab Saudi. Wakil Menteri Haji Arab Saudi, Abdul Fatah Mashat, saat mengunjungi Kantor PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah pada 28 Juni 2025, menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang, termasuk dalam penyaringan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan,” tegas Abdul Fatah Mashat.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, MKM, menyebut ibadah haji merupakan ibadah dengan tingkat aktivitas fisik tinggi yang dapat menjadi beban berat bagi jemaah, terutama lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan.

Baca Juga: 52 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba, Gelombang Kedua Kepulangan Kini Beralih ke Bandara Madinah

“Ibadah haji merupakan kegiatan pengumpulan massa terlama dan terberat bagi kaum Muslimin dari sisi aktivitas fisik ibadahnya,” ujar Imran.

“Meningkatnya jemaah haji yang meninggal dunia merupakan alarm tanda bahaya bagi kita semua,” tambahnya.

Imran juga menyebut seluruh jemaah haji yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi kesehatan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa ke depan, pemeriksaan harus lebih ketat dan menyeluruh.

Baca Juga: Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK soal Dugaan Korupsi Kuota Haji, Disebut Kooperatif dan Bantu Penyelidikan

“Kami perlu memastikan bahwa setiap jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi kriteria istitha’ah kesehatan,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X