Hal serupa terjadi pada industri etanol. Dari kapasitas pabrik sebesar 303 ribu kiloliter, hanya sekitar 160 ribu kiloliter yang diproduksi karena pasar lebih banyak dipenuhi produk impor dengan harga lebih murah.
“Produksi tetes yang seharusnya bisa mendukung pabrik etanol jadi tidak terserap maksimal. Pasar lebih memilih etanol impor yang harganya lebih kompetitif,” tandas Nur.***
Artikel Terkait
OTT KPK Wamenaker Noel Ebenezer, dari Pendukung Jokowi hingga Komisaris PT Pupuk Indonesia
Rahasia Investasi Warren Buffett, Strategi 90/10 di Reksa Dana S&P 500 dan Obligasi Jangka Pendek, Cocok untuk Pemula
BI Optimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,1 Persen di 2025, Ekspor hingga Investasi Jadi Penggerak Utama
China Lewat Provinsi Anhui Siap Bawa Investor Bangun Infrastruktur dan Perumahan di Ibu Kota Nusantara
OTT KPK Seret Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diduga Sunat Perusahaan dalam Sertifikasi K3
QRIS Segera Hadir di China Akhir 2025, Transaksi Digital Indonesia-Tiongkok Bisa Jalan Dua Arah