Kasus ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Proses mediasi digelar di Polsek Sindue dengan menghadirkan pelaku, korban, orang tua masing-masing, serta pihak sekolah.
Awalnya, semua pihak sepakat untuk berdamai dan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, belakangan ibu korban mencabut kesepakatan perdamaian tersebut karena merasa tidak puas dengan hasil mediasi. Kini kasus tetap berlanjut dan masih ditangani kepolisian.
3. Pelaku Minta Maaf secara Terbuka
Tiga siswi yang menjadi pelaku akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara terbuka.
“Kami mengakui perbuatan (terhadap korban AL) salah dan tidak mengulangi perbuatan yang dilakukan,” demikian pernyataan bersama para pelaku yang terekam dalam unggahan di akun @feedgramindo.
4. Korban Anak Yatim dan Hidup Bersama Nenek
Fakta lain yang menyentuh hati publik adalah kondisi korban. AL merupakan anak yatim yang ayahnya meninggal pada 2023.
Ibunya meninggalkan keluarga sejak korban duduk di bangku SD, sehingga kini ia tinggal bersama nenek dan dua adiknya yang masih bersekolah dasar.
Setiap hari, AL harus berjalan kaki sejauh sekitar 4 kilometer untuk sampai ke sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat kasus ini semakin mendapat simpati warganet.
Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan pihak korban untuk mendalami kasus ini lebih lanjut.
Polisi juga menegaskan proses hukum akan tetap berjalan meskipun sebelumnya sempat ada upaya damai.***
Artikel Terkait
Potret Buruk Perundungan di Sekolah, Pembelajaran dari 5 Kasus Kekerasan Terhadap Siswa di Berbagai Daerah di Indonesia
Zhao Lusi Ungkap Depresi Akibat Kekerasan dan Perundungan, Terbiasa Memendam Perasaan dan Mengabaikan Masalah Sendiri
Sinopsis Rumah Untuk Alie, Adaptasi Novel tentang Perundungan dan Keluarga Toxic yang Bikin Haru, Rilis 17 April 2025
Update Skandal PPDS! Menkes Budi Gunadi Sebut Banyak Senior Mengajar, Bukan Dosen Resmi, Kasus Perundungan Jadi Sorotan
Viral dr Aulia Tak Lulus Gegara Perundungan, Menkes Budi Beri Respon Menohok, “Itulah Indonesia…”
Ahmad Dhani Ungkap Alasan Laporkan Perundungan Anak ke KPAI, Bukan Karena SA Mengadu, tapi Gara-gara Konten Psikolog