Update Skandal PPDS! Menkes Budi Gunadi Sebut Banyak Senior Mengajar, Bukan Dosen Resmi, Kasus Perundungan Jadi Sorotan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 29 April 2025 | 20:28 WIB
Potret Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin  (Instagram.com/@bgsadikin)
Potret Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin (Instagram.com/@bgsadikin)

Mediapriangan.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyoroti maraknya kasus perundungan pada program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Indonesia.

Sebelumnya, terjadi kasus dugaan perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswi program pendidikan dokter spesialis (PPDS) UNDIP, dr Aulia Risma.

Aulia merupakan dokter RSUD Kardinah Tegal yang juga merupakan mahasiswi yang diduga bunuh diri lantaran tidak tahan pada perundungan di PPDS UNDIP, pada 12 Agustus 2024 lalu.

Baca Juga: BRI Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Guncang Kota Serang! Kupas Tuntas Bisnis Media hingga Tren Iklan Digital

Terkait hal itu, Budi mengklaim, perundungan yang kerap terjadi di dunia PPDS karena yang mengajar para peserta adalah seniornya, bukan guru atau dosen secara langsung.

Hal tersebut dituturkan Budi saat melakukan rapat kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen Jakarta, pada Selasa, 29 April 2025.

Budi menjelaskan, terkait program PPDS berbasis rumah sakit (hospital based), sebenarnya dapat dipantau perkembangan belajar residen dokter spesialis untuk menentukan lulus atau tidak para peserta PPDS.

Baca Juga: Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Tanjungjaya, H. Dony Maryadi Oekon Ajak Warga Tasikmalaya Pahami Nilai Kebangsaan

"Dulu, lulus nggak lulus, susah kalau dokter spesialis, nggak lulus kenapa? nanti itu bisa kita lihat, dia (peserta PPDS) melakukan operasi usus buntu, bener nggak operasinya," tutur Budi.

"Berhasil atau enggak, kalau dia dari 10 berhasil 10, kalau dia nggak lulus itu akan kelihatan karena semuanya melalui sistem," tambahnya.

Kemudian, Budi menyebut sistem yang dimaksud itu terkait pembelajaran dokter spesialis akan transparan dan tidak bisa diintimidasi oleh senior.

Baca Juga: Yayasan MBN Janji Transfer Langsung ke Mitra MBG Kalibata, Tapi Pilih Bungkam soal Total Uang yang Akan Dibayarkan!

"Jadi nggak bisa suka atau tidak suka dari senior," tegasnya.

Budi menyebut, maraknya kasus perundungan itu lantaran yang mengajar itu adalah senior dari peserta PPDS itu sendiri.

Menkes RI itu menjelaskan, guru atau dosen yang seharusnya mengajar dokter spesialis itu kerap disibukkan dengan jadwal praktek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X