“Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein,” ujar Dadan dalam Rapimnas Pira Gerindra di Jakarta, 25 Januari 2025.
Ia kemudian mengklarifikasi pernyataan tersebut, menegaskan bahwa menu MBG disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat dan tidak ada standar menu nasional yang baku.
“Itu kan keragaman sumber daya lokal yang bagus juga kalau kita mulai terapkan dan memberikan pelajaran kepada anak-anak bahwa keragaman dan kearifan lokal itu baik juga untuk ketahanan pangan di masing-masing daerah,” tandas Dadan.
Kasus di Ketapang kini menjadi perhatian khusus BGN. Evaluasi menu terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan anak-anak tetap mendapatkan makanan sehat, bergizi, dan aman sesuai kebutuhan daerah masing-masing.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Geram soal Isu Keracunan di Program MBG, Tegaskan ke BGN, Jangan Ada Penyimpangan Sedikit pun!
Waspadai Risiko Keracunan, DPR Minta BGN dan BPOM Tetapkan Standar Aman Tempat Makan MBG & Dukung Produk Lokal
Kejadian Keracunan Siswa Marak, DPR Desak BGN Perketat Pengawasan MBG di Lapangan untuk Cegah Kasus Serupa
Gelombang Keracunan MBG Terjadi di 6 Daerah, 251 Siswa di Banggai Kepulauan Dirawat, Publik Desak Evaluasi
13 Siswa SD dan PAUD di Cikalong Keracunan Makanan Program MBG, Dirawat Intensif
DPR Desak BGN Libatkan Sekolah dalam Program MBG, Soroti Kasus Keracunan hingga Serapan Anggaran Rendah