Kasus Keracunan MBG Tembus 5.914 Korban, Prabowo Panggil Kepala BGN dan Ingatkan Jangan Ada Politisasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 28 September 2025 | 06:56 WIB
Presiden Prabowo Subianto memastikan bakal melakukan evaluasi terkait kasus keracunan MBG. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto memastikan bakal melakukan evaluasi terkait kasus keracunan MBG. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Mediapriangan.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan perhatian penuh terhadap dugaan keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setibanya di Tanah Air usai lawatan luar negeri, Prabowo langsung mengumumkan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta jajaran terkait untuk membahas persoalan ini.

"Saya baru dari luar negeri 7 hari saya monitor ada perkembangan itu,” kata Prabowo kepada awak media di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 27 September 2025.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Merebak, Kemendagri Tunjuk Pemda, BGN Akui Kelalaian SOP dan Siap Tanggung Biaya Perawatan

“Habis ini saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan berapa pejabat, kita akan diskusikan," imbuhnya.

Prabowo mengakui dugaan keracunan akibat MBG adalah persoalan besar yang harus segera ditangani. Ia optimistis pemerintah mampu mencari solusi terbaik agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan awal.

"Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal, tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total

Menurut Prabowo, esensi MBG adalah memastikan anak-anak Indonesia, khususnya yang kesulitan mengakses makanan bergizi, tetap mendapatkan asupan layak. Ia juga memberi peringatan agar kasus ini tidak dijadikan alat politik.

"Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi, tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan,” tegasnya.

“Mungkin kita kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi, untuk memberi makan sekian juta pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi," lanjutnya.

Baca Juga: 45 Kasus KLB Keracunan MBG di Indonesia, 6.452 Korban Tercatat, Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan Dapur

Sementara itu, data terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat lonjakan signifikan korban keracunan. Hingga 25 September 2025, terdapat 5.914 orang terdampak, tersebar di tiga wilayah distribusi MBG.

Wilayah I (Sumatra) mencatat 1.307 orang, Wilayah II (Jawa) sebanyak 3.610 orang, dan Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Indonesia Timur) 997 orang. Total kasus mencapai 70 insiden, dengan rincian 9 kasus di Wilayah I, 41 kasus di Wilayah II, dan 20 kasus di Wilayah III.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X