“Kalau amnesti berkali-kali, gimana jadi kredibilitas amnesti, itu memberikan sinyal kepada pembayar pajak bahwa boleh melanggar, nanti ada amnesti lagi,” kata Purbaya pada 19 September 2025.
Ia menegaskan, sistem perpajakan yang sehat harus dibangun berdasarkan kepatuhan, bukan pengampunan berulang.
“Kalau tax amnesty setiap berapa tahun, nanti semua nyelundupin duit, tiga tahun lagi buat tax amnesty. Jadi, message-nya kurang bagus,” ujarnya menegaskan.
Mahfud MD: “Terus Maju, Pak Purbaya”
Pujian Mahfud MD terhadap Purbaya bukan tanpa alasan. Mantan Menko Polhukam itu menilai Purbaya membawa semangat baru dalam pengelolaan keuangan negara, dengan fokus pada pemberantasan korupsi, efisiensi anggaran, serta perlindungan terhadap rakyat kecil dari beban pajak berlebihan.
Kebijakan yang diambilnya sejak awal menjabat dinilai sejalan dengan prinsip keadilan fiskal dan arah reformasi ekonomi pemerintahan baru.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Kurangi Subsidi Listrik, PLTS dan Energi Terbarukan Jadi Solusi Masa Depan
Hotman Paris Protes Bunga Turun, Tapi Strategi Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 Triliun ke Himbara Tuai Hasil
Sempat Diragukan, Menkeu Purbaya Bela Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen Sah dan Valid
Gangguan Coretax DJP Masih Jadi Sorotan, Menkeu Purbaya Janjikan Perbaikan Sistem Pajak Digital 1 Bulan
Menkeu Purbaya dan Jalan Koboi Sumitronomics: Target Pertumbuhan 8 Persen di Tengah Gejolak Pasar Global
Alasan Menkeu Purbaya Kaget Tarif Cukai Rokok Tinggi, Pengamat Sebut Bagian dari Strategi Politik Ekonomi
Menkeu Purbaya Ultimatum Crazy Rich, Tak Naikkan Tarif, tapi Kejar Rp60 Triliun Utang Pajak sampai Lunas
Menkeu Purbaya Janji Lunasi Rp55 T ke BUMN, Beberkan Subsidi 2024 hingga Ungkap Alasan Sidak Bank Pelat Merah