Laporan tersebut pertama kali diterima dari empat pelabuhan di Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami melalui Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
Menanggapi hal itu, Zulkifli Hasan yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya menjadi korban dalam kasus ini.
Menurut Zulhas, ada 14 kontainer udang yang berasal dari Filipina dan terdeteksi terpapar zat radioaktif Cesium-137 di Pelabuhan Tanjung Priok. Pemerintah kemudian memutuskan untuk segera mengembalikan seluruh kontainer tersebut ke negara asalnya.
Penyelidikan intensif pun dilakukan oleh tim gabungan hingga status kasus ini dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Hanif Faisol Nurofiq selaku Menteri Lingkungan Hidup menyatakan bahwa terdapat dugaan pelanggaran serius dalam pengelolaan limbah di kawasan Cikande.
“Terkait dengan penyelesaian kasus ini dari sisi hukum hari ini telah dinaikkan statusnya oleh penyidik Bareskrim dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujarnya di Cikande pada 13 Oktober 2025.***
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.138 Triliun, Kemenkeu Tegaskan Rasio Masih Aman dan Jauh di Bawah Banyak Negara Besar
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN? MPR Desak Audit, DPR Minta Kajian Ulang, Menkeu Purbaya Belum Tahu
Cak Imin Pasang Badan Soal Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN, Tantang Pengkritik Beri Solusi Nasib 1.900 Santri
3 Gebrakan Menkeu Purbaya Bikin Pegawai Pajak dan Bea Cukai Kicep, dari Grup WA Aduan hingga Sidak Mendadak
Program Magang Nasional Tuai Sorotan, Partai Buruh Sebut Hina Lulusan Sarjana, Pemerintah Tetap Gas Buka Gelombang 2
Menkeu Purbaya Tolak Danai ‘Family Office’, Luhut Pandjaitan Terdesak Cari Jalan Baru Realisasikan Proyek Ambisius