Menkeu Purbaya Akui Pernyataan Jokowi soal Whoosh “Ada Betulnya Sedikit”, tapi Ungkap Fakta yang Belum Terlihat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:52 WIB
Menkeu Purbaya tanggapi pernyataan Jokowi tentang Whoosh yang bukan hanya untuk cari laba. (Instagramjokowi - Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Menkeu Purbaya tanggapi pernyataan Jokowi tentang Whoosh yang bukan hanya untuk cari laba. (Instagramjokowi - Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Mediapriangan.com - Polemik soal beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali mencuri perhatian publik. Proyek transportasi besar yang digagas pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu kini menanggung utang hingga Rp116 triliun. Pemerintah bahkan dikabarkan tengah menyiapkan langkah negosiasi ulang dengan pihak China.

Di tengah perdebatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa proyek Whoosh tidak hanya berorientasi pada laba, melainkan memiliki keuntungan sosial yang lebih luas. Menurutnya, pembangunan transportasi massal adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, bukan semata keuntungan finansial.

Namun, pandangan itu ditanggapi dengan nada hati-hati oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengakui pernyataan Jokowi tidak sepenuhnya salah, tetapi menilai masih banyak hal yang belum berjalan optimal.

Baca Juga: Wariskan Whoosh dengan Utang Rp116 Triliun, Jokowi Tegaskan Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba

“Ada betulnya juga sedikit, karena kan Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga kan,” ujar Menkeu Purbaya kepada awak media di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurut Purbaya, proyek Whoosh memang dirancang untuk memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilewati jalur kereta cepat. Namun, pengembangan kawasan di sekitar stasiun dan rute masih belum sepenuhnya terealisasi.

“Tapi, yang regionalnya belum dikembangkan mungkin di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh, supaya ekonomi dasar itu tumbuh,” jelasnya.

“Itu yang mesti dikembangkan ke depan. Jadi, ada betulnya,” tambahnya.

Baca Juga: Mahfud MD Siap Dipanggil KPK Terkait Dugaan Mark Up Proyek Whoosh, Tapi Tegas Tolak Buat Laporan Resmi

Pernyataan Menkeu Purbaya tersebut memperkuat gagasan Jokowi bahwa Whoosh berperan lebih luas dari sekadar proyek infrastruktur.

Presiden ke-7 RI itu sebelumnya menegaskan, pembangunan transportasi publik harus dilihat dari nilai sosial, bukan keuntungan finansial semata.

“Transportasi massa, transportasi umum itu tidak diukur dari laba tapi diukur dari keuntungan sosial. Social return of investment, misalnya pengurangan emisi karbon, produktivitas masyarakat lebih baik, polusi berkurang, waktu tempuh yang bisa lebih cepat,” kata Jokowi saat ditemui wartawan di Solo, Jawa Tengah, Senin, 27 Oktober 2025.

Baca Juga: Kontrak Whoosh Indonesia-China Dipertanyakan, Mahfud MD Soroti Transparansi dan Opsi Restrukturisasi Utang

Jokowi juga menekankan bahwa kehadiran Whoosh akan menumbuhkan titik-titik ekonomi baru, terutama di sektor UMKM, pariwisata, dan properti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X