China Buka Suara Soal Utang Proyek Whoosh, Siap Lanjutkan Kerja Sama Meski Indonesia Tegas Tolak Pakai APBN

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 09:24 WIB
China turut buka suara soal permasalahan utang di proyek Whoosh. ( setneg.go.id)
China turut buka suara soal permasalahan utang di proyek Whoosh. ( setneg.go.id)

Mediapriangan.com - Proyek kereta cepat Whoosh kembali jadi sorotan setelah isu membengkaknya utang Indonesia kepada China mencuat ke publik.

Pemerintah China akhirnya buka suara dan menyatakan siap melanjutkan kerja sama dengan Indonesia demi keberlangsungan operasional kereta cepat tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa keberadaan Whoosh telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia, baik dari segi penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar jalur kereta cepat.

Baca Juga: Akar Kontroversi Proyek Whoosh, Keputusan Pindah dari Jepang ke China, Skema B2B Dinilai Jadi Beban Panjang

“Kereta api ini telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan arus penumpang yang terus meningkat,” ujarnya dalam konferensi pers pada Senin, 20 Oktober 2025.

“Manfaat ekonomi serta sosialnya terus dirasakan, menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat setempat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur kereta api,” imbuh Guo.

China Siap Perkuat Koordinasi Operasional Whoosh

Guo juga menyampaikan bahwa pemerintah dan perusahaan terkait dari kedua negara telah menjalin koordinasi erat demi menjaga stabilitas pengoperasian kereta cepat tersebut.

Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Terlambat hingga 50 Menit, PT KCIC Sebut 50 Gangguan Akibat Layang-layang di Dekat Rel Kereta Cepat

“Otoritas dan perusahaan yang berwenang dari kedua belah pihak telah menjalin koordinasi yang erat untuk memberikan dukungan yang kuat bagi pengoperasian kereta api yang aman dan stabil,” ucapnya.

“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi pengoperasian kereta api cepat Jakarta-Bandung yang berkualitas tinggi,” tambah Guo.

Ia menilai, kerja sama ini akan terus memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia, termasuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Baca Juga: Naik Kereta Cepat Whoosh, 86 Kepala Daerah Siap Jalani Retret Gelombang II di IPDN Jatinangor, Ini Jadwalnya

Isu Utang Mengemuka, Menkeu Tegas Tolak Pakai APBN

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X