Bahlil Beberkan Rencana Kurangi Impor Bensin Lewat Campuran Etanol, Sindir SPBU Swasta yang Batal Kolaborasi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:56 WIB
Bahlil Lahadalia menegaskan program pencampuran etanol dalam bensin akan bantu kurangi impor dan dorong ekonomi daerah.   (Instagram/kesdm)
Bahlil Lahadalia menegaskan program pencampuran etanol dalam bensin akan bantu kurangi impor dan dorong ekonomi daerah. (Instagram/kesdm)

Mediapriangan.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menyoroti upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai transformasi energi berbasis biodiesel telah menunjukkan hasil nyata, dan kini pemerintah bersiap menerapkan kebijakan serupa pada bensin melalui campuran etanol.

Dalam paparannya di Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025), Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan biodiesel mampu menekan angka impor solar secara signifikan.

“Konsumsi solar kita per tahun 34 sampai 35 juta ton per tahun. Sekarang tinggal 4,9 juta ton karena kita menuju B40 dan B50,” kata Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: VIVO dan APR Mundur, Pertamina Tegaskan BBM Etanol 3,5 Persen Sesuai Regulasi dan Praktik Global

Dorong Campuran Etanol untuk Bensin

Bahlil memaparkan langkah berikutnya adalah mendorong penggunaan etanol dalam bensin untuk mengurangi impor yang kini masih tinggi.

“Bensin itu sekarang kita 42 juta ton per tahun, impor kurang lebih 22 sampai 23 juta ton. Caranya bagaimana agar kita tidak terlalu banyak impor? Kita harus mendorong ke E10 dan E20,” imbuhnya.

Menurutnya, bahan baku etanol berasal dari hasil pertanian seperti jagung, tebu, dan singkong, sehingga kebijakan ini juga berdampak positif pada perekonomian daerah.

“Etanol ini bahan bakunya dari jagung, tebu, singkong dan ini tidak hanya sekadar untuk mempertahankan energi kita. Tapi juga menciptakan lapangan kerja dan instrumen pertumbuhan yang bisa kita lakukan di daerah-daerah,” paparnya.

Baca Juga: Polemik Etanol 3,5 Persen di BBM Pertamina, Aman untuk Mobil Baru, Berisiko Karatan pada Mesin Lama?

Bantah Kualitas Bensin Menurun

Menjawab kekhawatiran sebagian pihak, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pencampuran etanol tidak menurunkan kualitas bensin seperti yang banyak didiskusikan.

“Jadi, sangat tidak benar kalau ada diskusi-diskusi oleh berbagai kelompok yang mengatakan bahwa etanol ini adalah barang yang tidak bagus,” terangnya.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang telah lebih dulu menerapkan program bahan bakar dengan campuran etanol.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X