Polemik Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Pertamina Tegaskan Tak Cari Untung, Buka Peluang Negosiasi Ulang

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 9 Oktober 2025 | 08:28 WIB
Pertamina menyatakan tak ambil keuntungan pada polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta.  (Unsplash/aldrinrachmanpradana)
Pertamina menyatakan tak ambil keuntungan pada polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

Mediapriangan.com - Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) swasta masih belum teratasi hingga awal Oktober 2025.

Kondisi ini terjadi karena sejumlah SPBU swasta memilih mundur dari rencana kolaborasi dengan Pertamina, meskipun kargo BBM impor sudah tiba di Indonesia.

Akibatnya, pasokan BBM ke sejumlah wilayah menjadi tidak maksimal dan mengganggu pelayanan masyarakat. Dalam menghadapi polemik ini, Pertamina memastikan tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari situasi tersebut.

Baca Juga: Dominasi Pertamina Sentuh 92 Persen, DPR Kritik Keras Pembatasan Impor BBM Swasta yang Dinilai Rugikan Pasar

“Pertamina tidak memanfaatkan situasi. Kami juga tidak mencari keuntungan,” ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri kepada awak media di kawasan Sarinah, Jakarta, Selasa, 7 Oktober 2025.

Buka Ruang Negosiasi dan Transparansi Harga

Simon menegaskan bahwa Pertamina masih membuka pintu negosiasi dengan pihak SPBU swasta. Menurutnya, langkah kolaborasi masih sangat memungkinkan demi menjaga stabilitas harga BBM di masyarakat.

“Pembicaraan masih terus, yang pasti dari kita juga membuka diri dari SPBU swasta juga. Sama-sama kan kita sudah ini semua, open book dan agar harga di masyarakat tidak terpengaruh, tidak ada kenaikan harga,” katanya.

Baca Juga: VIVO dan APR Mundur, Pertamina Tegaskan BBM Etanol 3,5 Persen Sesuai Regulasi dan Praktik Global

SPBU Swasta Mundur karena Kandungan Etanol

Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengungkapkan alasan utama mundurnya SPBU swasta, termasuk VIVO dan APR, dari kesepakatan pembelian BBM.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan, akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR. APR akhirnya tidak juga. Jadi, tidak ada semua,” ujar Achmad dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada 1 Oktober 2025.

Sebelumnya, VIVO telah sepakat membeli 40 ribu barel base fuel dari Pertamina. Namun, kandungan etanol sebesar 3,5 persen dalam base fuel Pertamina membuat mereka mengurungkan niat.

Baca Juga: Polemik Etanol 3,5 Persen di BBM Pertamina, Aman untuk Mobil Baru, Berisiko Karatan pada Mesin Lama?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X