Ia menambahkan bahwa diskusi tersebut juga mencakup rencana pemberian insentif serupa untuk momen Idul Fitri setelah tahun baru 2026. Namun, pembahasan dengan BUJT membutuhkan waktu karena menyangkut pengurangan margin keuntungan operator tol.
“Walaupun ya, kalau di kami kan jalan tol ini kan menggerus keuntungan mereka. Jadi diskusinya agak sedikit alot. Tapi kalau sudah demi Merah Putih biasanya mereka bersedia,” tambah Dody.
Kebijakan diskon Nataru ini diharapkan dapat menekan beban biaya perjalanan masyarakat sekaligus meningkatkan pergerakan ekonomi nasional di masa libur panjang Natal dan Tahun Baru mendatang. Pemerintah menargetkan seluruh skema tarif tol dan transportasi sudah dapat diterapkan mulai Desember 2025.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Jawab Kritik Hasan Nasbi dengan Data Survei, Tegaskan Kepercayaan Publik ke Pemerintah Stabil
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Larangan Impor Pakaian Bekas Ilegal, Siapa yang Nolak Siap Ditangkap
Gaya Koboy Menkeu Purbaya Jadi Sorotan: Klaim Naikkan Kepercayaan Publik dan Daya Beli Nasional
Menkeu Purbaya Ancam Tangkap Penolak Razia Balpres, Aksi Tegas Berantas Mafia Baju Bekas Senilai Rp112 Miliar
Menkeu Purbaya Akui Pernyataan Jokowi soal Whoosh “Ada Betulnya Sedikit”, tapi Ungkap Fakta yang Belum Terlihat
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Burden Sharing, Sebut Tak Akan Campur Kebijakan Fiskal dan Moneter Lagi
Fenomena ‘Purbaya Everywhere’ di Medsos, Pakar Ekonomi Nilai Publik Tertipu Gaya Koboi Menkeu
Tak Ingin Rakyat Terbebani, Menkeu Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Sebelum Ekonomi Tumbuh di Atas 6 Persen