Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 telah berjalan selama satu tahun.
Program Makan Bergizi Gratis ini menjadi salah satu agenda prioritas Kabinet Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui melalui peran Badan Gizi Nasional.
Namun setelah setahun berjalan, ICW menilai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis menyimpan sejumlah persoalan tata kelola.
ICW menemukan adanya pengeluaran Badan Gizi Nasional yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas gizi penerima manfaat program tersebut.
Baca Juga: Menu MBG Berlendir dan Buah Busuk, Kepala SDN Lampung Utara Murka dan Tuntut Tanggung Jawab Dapur
“Kita (ICW) melihat soal tata kelola, potensi konflik kepentingan, patronase, pengadaan juga kita lihat gitu,” ujar Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, dikutip dari siniar di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Jumat, 16 Januari 2026.
Dalam penelusuran ICW, perhatian tertuju pada pengadaan seragam bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG serta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
ICW mencatat anggaran yang dikeluarkan Badan Gizi Nasional untuk kebutuhan tersebut mencapai ratusan miliar rupiah, meski tidak berkaitan langsung dengan substansi Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: FGD Pemkab Ciamis Dorong Solusi Konkret Integrasi KDMP dan MBG untuk Perkuat Ketahanan Pangan
“Kita kemarin kumpulkan datanya, misal ada pengadaan seragam SPPG dan SPPI itu jumlahnya besar. Ini seragam kaos, sepatu, celana, handuk itu ada Rp423 miliar,” imbuhnya.
Tak hanya soal seragam, ICW juga menyoroti pengadaan alat makan MBG yang dibiayai Badan Gizi Nasional. Menurut ICW, nilai belanja alat makan dan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis tergolong besar dan perlu dijelaskan secara terbuka.
“Ini pengadaan alat makan dan dapur, alat makan itu macem-macem, mungkin ompreng. Tapi yang jelas sendok bebek kalau kita beli nasi uduk itu Rp4 miliar di tahun 2025,” ungkap Egi.
Baca Juga: Wabup Tasikmalaya Kian Rajin Awasi Dapur MBG Sekalipun Dini Hari, Ada Apa?
“Ini data yang baru beberapa hari lalu kami cek. Kalau ompreng ini ngak kelihatan detailnya, dibuat gelondongan tapi totalnya realisasi pengadaan alat makan dan dapur Rp583 miliar,” lanjutnya.
Artikel Terkait
Viral Menu Pangsit dan Kentang Program MBG Depok: Sisa Makanan, Klarifikasi SPPG, hingga Sidak BGN
Menkes Budi Tegaskan Data Keracunan MBG Hanya Dipublikasi Lewat BGN, Pengawasan Akan Diperketat Seperti Saat COVID-19
Ramai Janji Insentif Rp5 Juta untuk Konten Positif MBG, BGN Berdalih Hanya Candaan Motivasi
Ratusan Siswa Gunungkidul Diduga Keracunan Makanan MBG, Bupati Endah Soroti Proses Masak dan Kebersihan Dapur
BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program MBG, DPR Tegur Soal Prosedur Pengajuan
Polemik MBG Meningkat, Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai Lonjakan Keracunan MBG di Daerah