ICW juga mempertanyakan kejelasan tanggung jawab pengadaan alat makan MBG, apakah menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional atau masing-masing SPPG.
Menurut ICW, ketidakjelasan ini berpotensi menimbulkan pencatatan ganda dalam penggunaan anggaran Makan Bergizi Gratis.
“Kita heran juga, kalau alat makan tanggung jawab BGN atau SPPG? Ini duitnya dari BGN, pengadaannya BGN. Jadi, kalau udah keluar dari sana SPPG ngapain lagi di sini dikeluarkan?” sambungnya.***
Artikel Terkait
Viral Menu Pangsit dan Kentang Program MBG Depok: Sisa Makanan, Klarifikasi SPPG, hingga Sidak BGN
Menkes Budi Tegaskan Data Keracunan MBG Hanya Dipublikasi Lewat BGN, Pengawasan Akan Diperketat Seperti Saat COVID-19
Ramai Janji Insentif Rp5 Juta untuk Konten Positif MBG, BGN Berdalih Hanya Candaan Motivasi
Ratusan Siswa Gunungkidul Diduga Keracunan Makanan MBG, Bupati Endah Soroti Proses Masak dan Kebersihan Dapur
BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program MBG, DPR Tegur Soal Prosedur Pengajuan
Polemik MBG Meningkat, Tata Kelola MBG Dipertanyakan Usai Lonjakan Keracunan MBG di Daerah