Fenomena Hari Raya 2026, Imlek, Ramadan, dan Prapaskah Berdekatan, Terjadi di Indonesia

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 20 Februari 2026 | 14:26 WIB
Fenomena hari raya 2026 hadir saat Imlek, Ramadan, dan Prapaskah berdekatan di Indonesia, cerminkan harmoni lintas iman. (Instagram.com/infipop.id)
Fenomena hari raya 2026 hadir saat Imlek, Ramadan, dan Prapaskah berdekatan di Indonesia, cerminkan harmoni lintas iman. (Instagram.com/infipop.id)

Mediapriangan.com - Fenomena hari raya 2026 menjadi perhatian luas karena tiga perayaan besar, Imlek Ramadan Prapaskah, berlangsung dalam rentang waktu yang sangat berdekatan. Momen ini menciptakan potret unik hari raya di Indonesia yang sarat makna spiritual sekaligus kultural.

Perbincangan mengenai fenomena hari raya 2026 ramai di media sosial setelah sejumlah akun mengulas jarangnya peristiwa Imlek Ramadan Prapaskah terjadi hampir bersamaan. Perbedaan sistem penanggalan menjadi faktor utama pertemuan waktu tersebut.

Secara astronomis dan kalender, Tahun Baru Imlek mengikuti sistem lunisolar Tionghoa, Ramadan berdasarkan kalender Hijriah, sementara Prapaskah mengacu pada kalender Masehi.

Baca Juga: Peserta Diminta Hindari Calo, BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Tegaskan Klaim JHT Mudah dan Gratis

Ketidaksinkronan ketiga sistem inilah yang dalam fenomena hari raya 2026 justru membuat Imlek Ramadan Prapaskah hadir nyaris beriringan.

Disebutkan bahwa momen ini hanya terpaut hitungan jam hingga kurang dari satu hari. Berdasarkan catatan sejarah, pola serupa terakhir terjadi pada 1863 dan diproyeksikan baru akan terulang kembali pada 2189.

Khusus dalam konteks hari raya di Indonesia, tanggal 18 Februari 2026 menjadi titik penting. Pada hari tersebut, umat Katolik memasuki Rabu Abu sebagai awal Prapaskah, sementara warga Muhammadiyah memulai 1 Ramadan 1447 H dengan acuan kalender Hijriah Global Tunggal.

Baca Juga: Yogi Studio by The Blew Asal Bandung Tembus Pasar Mancanegara, Koleksi Imlek 2026 Curi Perhatian Global

Sehari sebelumnya, 17 Februari 2026, masyarakat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577. Rangkaian ini memperlihatkan bagaimana fenomena hari raya 2026 menghadirkan Imlek Ramadan Prapaskah dalam satu bingkai waktu yang hampir bersamaan di hari raya di Indonesia.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai kedekatan waktu ibadah ini sebagai anugerah dalam keberagaman.

"Esensi puasa, baik di bulan Ramadan maupun masa Prapaskah, adalah pengendalian diri dan empati," kata Umar di Jakarta, pada Selasa, 17 Februari 2026.

"Ini adalah momentum bagi kita untuk memperkuat Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa)," tandasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X