Mediapriangan.com - Perjalanan diplomasi internasional yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sejak memimpin Indonesia terus menjadi perhatian publik.
Di tengah perdebatan mengenai intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan kepala negara, pemerintah menegaskan bahwa berbagai lawatan tersebut menghasilkan capaian konkret dalam bentuk investasi dan kerja sama strategis bernilai besar bagi Indonesia.
Berdasarkan berbagai kesepakatan yang diumumkan pemerintah bersama negara-negara mitra, total komitmen investasi dan kerja sama strategis yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp2.281 triliun.
Nilai tersebut berasal dari sejumlah perjanjian ekonomi, investasi, perdagangan, energi, pertahanan, hingga pengembangan industri yang dicapai melalui diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Seskab Teddy Buka Data Diplomasi Prabowo, Jawab Kritik Kunker Luar Negeri dengan Deretan Hasil Nyata
Pernyataan itu muncul setelah kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa berbagai lawatan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia.
"Salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial," tegas Teddy dalam keterangannya, pada Selasa, 2 Juni 2026.
"Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini," tambahnya.
Pemerintah menyebut diplomasi internasional yang dilakukan Prabowo Subianto telah membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat kerja sama strategis dengan sejumlah negara mitra utama Indonesia.
Baca Juga: BHR Ojol 2026 Naik Signifikan, Driver Solo Apresiasi Kebijakan Prabowo yang Dinilai Lebih Membantu
Salah satu capaian terbesar diperoleh saat kunjungan ke Amerika Serikat. Dalam agenda Business Summit US-ABC di Washington DC pada Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman dengan nilai mencapai 38,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp685,6 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor penting seperti pertambangan, hilirisasi industri, energi, agribisnis, tekstil, manufaktur furnitur, hingga pengembangan teknologi.
Artikel Terkait
Diapresiasi Presiden Prabowo, Bupati Cecep Dinilai Sukses Dongkrak Produksi Beras Nasional
Prabowo Ajak Elite Bersatu Lawan Kemiskinan dan Kelola Kekayaan Alam Demi Kesejahteraan Rakyat
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Bersatu Kelola Kekayaan Alam untuk Hapus Kemiskinan dan Sejahterakan Rakyat
Isu Dua Pesawat Presiden Terbantahkan, Seskab Teddy Tegaskan Prabowo Ikuti Protokol Penerbangan Negara