"Pastinya jauh lebih murah dari Rp300 ribu yang kita temukan di e-commerce," sambungnya.
Menanggapi hal itu, Menkop Ferry Juliantono menyampaikan bahwa terdapat jenis kipas angin tertentu yang memiliki harga jauh lebih tinggi.
Baca Juga: Don Ritto Resmi Diserahkan ke Kejagung, Barbuk Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Ikut Dilimpahkan
"Rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di e-commerce ini Rp11.464.000," beber Ferry.
Meski demikian, Ferry mengaku tidak mengetahui apakah produk yang dimaksud dalam isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun benar menggunakan merek atau tipe tersebut.
"Itu saya enggak tahu persis," imbuhnya.
Baca Juga: Hotman Paris Resmi Dampingi Febrie Adriansyah, Eks Jampidsus Diperiksa sebagai Tersangka di Kejagung
Simkopdes Disebut Siap Tampilkan Data Bantuan
Selain menyoroti pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun, anggota Komisi VI DPR RI juga meminta pemerintah meningkatkan transparansi pelaksanaan Kopdes Merah Putih melalui sistem informasi yang bisa diakses masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, Menkop Ferry Juliantono mengatakan Kementerian Koperasi telah mengembangkan Sistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Simkopdes.
"Di Simkopdes kami itu sekarang sudah bisa memperlihatkan dashboard-nya," beber Ferry.
Menurutnya, Simkopdes akan menampilkan data bantuan barang yang diterima masing-masing koperasi sehingga proses distribusi dapat dipantau oleh berbagai pihak.
"(Termasuk) berapa jumlah barang-barang subsidi yang diterima oleh Koperasi Desa Merah Putih," tukasnya.***
Artikel Terkait
Panen Padi Organik Kabupaten Ciamis Capai Babak Baru, Sekretariat Klaster Padi Pamarican Resmi Beroperasi
Kibar Budaya 2026 Digelar di Situ Beet, DKKT Angkat Kembali Kejayaan Sentra Anyaman Bambu Tasikmalaya
Viral TNI Jadi Sopir Truk Tangki BBM di Sumut, Ternyata Ini Alasan 18 Prajurit Diterjunkan
Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Sumut Kembali Normal, Oknum Sopir Truk Tangki BBM Disanksi Tegas
Viral Peserta Trip Diduga Kabur di Korea Selatan, Tour Leader Ungkap Kronologi hingga Travel Terancam Denda
Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun, 7 Personel Jadi Korban, Satu Prajurit Meninggal Dunia