Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Harga Masker Melonjak, Keluhan Seller Nakal di Tengah Abu Vulkanik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 7 September 2026 | 19:19 WIB
Harga masker melonjak di tengah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keluhan soal seller nakal ramai diungkap warganet, termasuk Nana Mirdad yang menyoroti perubahan harga drastis. (Instagram/info.citayam - nanamirdad)
Harga masker melonjak di tengah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Keluhan soal seller nakal ramai diungkap warganet, termasuk Nana Mirdad yang menyoroti perubahan harga drastis. (Instagram/info.citayam - nanamirdad)

 

Mediapriangan.com - Keluhan mengenai harga masker bermunculan di media sosial setelah erupsi Gunung Anak Krakatau memicu paparan abu vulkanik di sejumlah wilayah.

Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap masker meningkat. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memakai masker dengan kemampuan filtrasi tinggi, seperti N95 atau KN95 yang mampu menyaring lebih dari 95 persen partikel halus.

Di tengah kondisi itu, sejumlah warganet justru menyoroti lonjakan harga masker di toko daring. Perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat bahkan membuat sebagian pembeli mengaku pesanannya dibatalkan.

Baca Juga: Rumah Warga Bandar Lampung Mendadak Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Tebalnya Bikin Syok

Keluhan Harga Masker Muncul di Media Sosial

Salah satu keluhan datang dari artis Nana Mirdad melalui unggahannya di Threads pada Senin, 7 September 2026.

Ia menyoroti harga masker yang disebut berubah sangat drastis dibandingkan harga sebelumnya. Menurutnya, kondisi darurat akibat abu vulkanik seharusnya tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan secara berlebihan.

“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan, liat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi Rp180 ribu per biji. Sementara paginya masih dijual di harga Rp12 ribu aja,” tulisnya pada Senin, 7 September 2026.

Baca Juga: Kapal Pemancing Penuh Pasir Hitam Usai Dekat Gunung Anak Krakatau, Erupsi Terekam Saat Malam

Nana mengakui bahwa aktivitas perdagangan memang bertujuan memperoleh keuntungan. Namun, ia mempertanyakan kenaikan harga masker yang terjadi ketika masyarakat sedang menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Memang, jualan goalnya profit. Tapi ngga usah securang ini pada saat bencana kali ya,” lanjutnya.

Ia juga menyebut mengetahui harga distributor masker N95 karena suaminya bekerja di perusahaan yang salah satu produknya adalah masker tersebut.

“Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” tulisnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X