JAKARTA, Mediapriangan.com - Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali mendapat perhatian Mahfud MD.
Mantan Menko Polhukam itu mempertanyakan langkah hukum terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang diduga menjadi penyebab anak-anak mengalami keracunan.
Mahfud MD menilai penanganan terhadap dapur SPPG tidak cukup hanya melalui teguran maupun penghentian operasional.
Menurut Mahfud MD, apabila terdapat pihak yang menyebabkan keracunan, proses hukum perlu dilakukan agar ada pertanggungjawaban yang jelas.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud MD dalam siniar yang diunggah melalui kanal YouTube Mahfud MD Official dan dikutip pada Rabu, 9 September 2026.
"SPPG yang menyebabkan keracunan itu, yang dulu maupun yang sekarang dibiarin aja menyebabkan anak-anak keracunan, tidak diperiksa," ucap Mahfud dalam siniar yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip pada Rabu, 9 September 2026.
Mahfud MD kemudian menegaskan pentingnya proses hukum terhadap SPPG yang terbukti menyebabkan kasus keracunan MBG.
"Harusnya diproses hukum dong mereka dan dijelaskan kepada masyarakat," imbuhnya.
Baca Juga: 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dirawat di 3 Rumah Sakit
Kasus Keracunan MBG Dinilai Membahayakan
Sorotan Mahfud MD tidak hanya berkaitan dengan proses penindakan, tetapi juga dampak yang ditimbulkan kasus keracunan MBG terhadap penerima manfaat. Dalam sejumlah kejadian, ratusan siswa bahkan disebut harus mendapatkan perawatan medis.
Mahfud MD menilai tindakan administratif terhadap SPPG belum cukup apabila pelanggaran yang terjadi berkaitan dengan keselamatan penerima manfaat.
"Teguran basa-basi, formalitas pasti, ‘Jangan gini, jangan gitu lago.’ Padahal itu jelas membahayakan keselamatan nyawa tapi tidak ada proses pidananya," tegas Mahfud.
Artikel Terkait
Kasus Keracunan MBG di Cimahi Diselidiki, Sampel Nasi Onigiri hingga Susu UHT Diuji di Labkes Jabar
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara
Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang, 707 Orang Alami Gejala: Distribusi Makanan Dihentikan Sementara
Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi
Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN
Keracunan MBG Berulang, Dapur 3.000 Porsi Disorot: Benarkah Program Ini Bawa Manfaat Ekonomi?
293 Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo, Dirawat di 8 Rumah Sakit hingga SPPG Akan Diperiksa