CEO yang karib dipanggil Sulis ini bahkan tidak mempermasalahkan apabila seorang manajer koperasi nantinya memperoleh penghasilan Rp10 juta, Rp15 juta, bahkan Rp20 juta per bulan sepanjang kinerja manajer koperasi memang mampu membenarkan angka tersebut.
“Gaji Rp16 juta sebenarnya tidak otomatis mahal. Pertanyaannya adalah: Rp16 juta itu dibayar untuk menghasilkan apa? Kalau dia mampu membangun koperasi dengan omzet miliaran, laba sehat dan memberikan manfaat besar kepada anggota, bisa jadi Rp16 juta justru murah,” katanya.
Sebaliknya, gaji beberapa juta rupiah pun dapat menjadi mahal apabila koperasi belum mampu menghasilkan pendapatan tetapi sudah dibebani biaya manajemen yang besar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Atap Ramah Lingkungan, Promedia Grup Hadirkan Ganti Atap Rumah Wartawan
Koperasi Bukan Proyek
Menurut Agus, persoalan gaji pada akhirnya berkaitan dengan bagaimana KDKMP ditempatkan. Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya dikelola dengan pendekatan administratif atau proyek pemerintah. Koperasi merupakan badan usaha. Karena itu manajernya harus mampu membaca pasar, menjaga arus kas, menghitung biaya, meningkatkan penjualan dan memastikan bisnis bertumbuh.
Fresh graduate yang dipercaya menjadi manajer juga perlu mendapatkan pelatihan intensif mengenai pengelolaan keuangan, supply chain, pemasaran, negosiasi, kepemimpinan hingga pengembangan bisnis.
“Fresh graduate jangan diremehkan. Mereka harus diberi kesempatan. Tetapi kesempatan itu harus diikuti peningkatan kompetensi dan target yang terukur. Kalau kinerjanya bagus, penghasilannya juga harus bisa naik signifikan,” ujar Agus.
Dengan demikian, perdebatan mengenai gaji manajer koperasi semestinya tidak berhenti pada angka tertentu. Prinsipnya dapat dibuat sederhana: jabatan menentukan tanggung jawab, kompetensi manajer koperasi menentukan kelayakan, dan kinerja manajer koperasi menentukan penghargaan.
Sebab ukuran seorang manajer pada akhirnya bukan seberapa tinggi titel dan gajinya, melainkan seberapa besar nilai ekonomi yang mampu dia ciptakan bagi koperasi dan anggotanya.***
Artikel Terkait
Ponpes Ash-Asholihah Buka Suara soal Dugaan Pemerkosaan Santriwati di Sleman, GN Disebut Bukan Pengasuh
Tingkatkan Kesiapan dan Profesionalisme Personel, Polres Tasikmalaya Kota Gelar Ujian Bela Diri Polri Berkala
Sehari Jelang Pelaksanaan, Ketua dan Dua Sekretaris Panitia Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya Mundur
Rekomendasi Street Food Terbaik di Jakarta, 3 Kuliner Legendaris, Ada Gultik Blok M hingga Warmindo Abang Adek
Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya di Tengah Mundurnya 4 Panitia Inti, Tetap Digelar Hari Ini
GIIAS Bandung 2026 Resmi Dibuka, 19 Merek Hadir dan Pemprov Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan
Viral Dugaan Sopir TransJakarta Monas-Pulogadung Ugal-ugalan, Penumpang Disebut Terjatuh hingga Direspons Manajemen
6.975 Pelajar Berebut, Anak dari Ibu Pekerja Serabutan Ini Justru Lolos Parlemen Remaja DPR RI
Krisis BBM Sulsel Memicu Demonstrasi di Pertamina, Mahasiswa Soroti Antrean hingga Isu Panic Buying
Kejurdo V BKC Kota Tasikmalaya, Ratusan Karateka Berebut Tiket ke Kejurprov Jawa Barat