Nur juga menjelaskan bagaimana kecanduan suaminya telah menghancurkan kondisi keuangan keluarga.
Barang-barang berharga seperti televisi dan ponsel terpaksa dijual untuk melunasi utang.
“Gara-gara judi online, semua barang di rumah habis. Bahkan saya dikejar-kejar oleh penagih utang karena pinjaman yang dibuat suami untuk berjudi,” tambahnya.
Dilema Rumah Tangga dan Harapan akan Perubahan
Meski dihantui penderitaan, Nur memilih bertahan demi anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa.
Ia berharap suaminya akan sadar dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.
“Saya ingin pisah, tapi kasihan anak-anak. Mereka sudah besar, dan saya tidak ingin keluarga ini semakin hancur,” ujarnya sambil terisak.
“Saya hanya bisa berdoa agar suami saya suatu hari nanti berubah,” harapnya.
Baca Juga: Dua Pemuda di Tasikmalaya Nekat Bobol Toko HP Untuk Modal Judi Online
Komitmen Menkomdigi untuk Memberantas Judi Online
Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas digital, termasuk perjudian online.
Ia juga menegaskan pentingnya dukungan sosial bagi keluarga yang terdampak, agar mereka tidak semakin terpuruk.
“Kasus ini menjadi pelajaran besar bagi kami. Saya berkomitmen untuk memastikan tindakan tegas terhadap pelaku judi online dan memperkuat regulasi agar masyarakat terlindungi,” kata Meutya.***