Nasaruddin juga menyampaikan apresiasinya terhadap Komisi VIII DPR yang tetap aktif bekerja demi kepentingan jemaah meskipun sedang masa reses.
“Kami dari pemerintah, khususnya Kementerian Agama, memberikan apresiasi luar biasa kepada Komisi VIII DPR,” ujarnya.
Obsesi Presiden Prabowo dalam Penurunan Biaya Haji
Nasaruddin mengungkapkan bahwa penurunan biaya haji tahun 2025 sejalan dengan obsesi Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban jemaah tanpa menurunkan kualitas layanan.
Baca Juga: Diskon Pajak Kendaraan di Jawa Tengah: Potongan Hingga 24,7 Persen, Catat Jadwal dan Ketentuannya
"Ini obsesi Presiden Prabowo kepada kami Kemenag dan BPH, bagaimana bisa diperingan beban jemaah tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan haji," ungkapnya.
Langkah-langkah efisiensi juga dilakukan untuk mengurangi biaya yang tidak perlu serta meminimalkan potensi penyimpangan.
“Kami mencoba mengeliminir penyimpangan-penyimpangan yang bisa diprediksi akan muncul,” tambah Nasaruddin.
Ia menegaskan, pendekatan pemerintah dalam penyelenggaraan haji lebih berorientasi pada pengabdian dan pelayanan, bukan sekadar bisnis.
Dengan penurunan biaya ini, masyarakat diharapkan tidak hanya merasa lega saat pendaftaran, tetapi juga tetap puas saat menjalankan ibadah haji pada Juni mendatang.
“Kita ingin bukan hanya tersenyum di Januari tapi juga tersenyum di bulan Juni pada saat penyelenggaraan ibadah haji,” pungkasnya.***