Bagi mereka yang sehat, akan diberikan panduan menjaga pola hidup sehat, sedangkan bagi yang terdeteksi memiliki penyakit tertentu, akan mendapatkan layanan medis sesuai kebutuhan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: Baru Diumumin Bikin Happy, Eh Program Periksa Kesehatan Gratis Malah Terancam Kena Cukur Anggaran!Program ini diselenggarakan di fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas, dengan klinik swasta yang akan dilibatkan secara bertahap.
“Saat ini, Indonesia memiliki 10.200 Puskesmas yang siap melaksanakan cek kesehatan gratis secara serentak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memilih fasilitas kesehatan terdekat dengan domisilinya agar proses cek kesehatan lebih mudah diakses,” ungkap Aji.
Aji juga menjelaskan bahwa terdapat tiga cara pendaftaran yang dapat dilakukan masyarakat:
1. Melalui aplikasi Satu Sehat Mobile – Masyarakat dapat melihat jadwal dan lokasi Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan.
2. Menggunakan chatbot WhatsApp di nomor 081110500567 – Chatbot ini akan memandu masyarakat dalam proses pendaftaran dengan cara yang mudah dan praktis.
3. Datang langsung ke Puskesmas – Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses internet, cukup membawa KTP atau KK, dan petugas Puskesmas akan membantu proses pendaftaran.
“Dengan adanya program cek kesehatan gratis ini, pemerintah ingin mengubah paradigma layanan kesehatan dari pendekatan kuratif (mengobati setelah sakit) menjadi preventif (pencegahan).
Deteksi dini penyakit dapat membantu penanganan lebih cepat dan mengurangi beban biaya kesehatan,” tutur Aji.
Untuk anak-anak usia sekolah, program ini juga mencakup pemeriksaan kesehatan bagi mereka yang berusia 7 hingga 17 tahun, termasuk siswa SD, SMP, dan SMA.
Pemeriksaan akan dilakukan setiap tahun ajaran baru di sekolah-sekolah.
Penjelasan Kemenkes Terkait Cek Kesehatan Gratis Tanpa BPJS