Dalam kesempatan yang sama, Bambang memperingatkan bahwa dugaan pengoplosan Pertamax menjadi Pertalite dapat membawa dampak serius bagi masyarakat.
Ia menyoroti bahwa Pertalite yang seharusnya memiliki RON 90 ternyata dicampur dengan Pertamax yang memiliki RON 92. Menurutnya, skandal ini dapat berujung pada kerusakan mesin kendaraan akibat bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi.
"Kalau seandainya memang RON itu bisa dipalsukan, saya meyakini banyak kendaraan-kendaraan bermasalah," tegasnya.
DPR Akan Panggil Pimpinan Industri Kendaraan
Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa DPR akan mengundang para pemimpin industri kendaraan di Indonesia, khususnya produsen mobil, guna meminta penjelasan terkait potensi dampak dari dugaan pengoplosan BBM ini.
"Kami ingin mendapat penjelasan apakah selama ini pernah ada kendala-kendala di kendaraan tersebut adanya korosi atau sejenisnya," ujarnya.
"Sehingga, tidak menjadi satu isu yang liar di masyarakat," imbuhnya.
Ia juga menyoroti dampak skandal ini terhadap kredibilitas Pertamina di mata masyarakat.
"Jangan sampai trust (kepercayaan) publik atas kasus hukum yang sedang berproses silakan saja, kami sangat mendukung penegakan hukum silahkan," pungkasnya.***