nasional

Megawati Soroti Anak Muda Kurang Paham Sejarah, Mendikdasmen Wajibkan Pramuka dan Janji Perkuat Nasionalisme

Minggu, 17 Agustus 2025 | 09:56 WIB
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti janji perkuat pendidikan nasionalisme sejak usia dini. (kemendikdasmen.go.id)

 

Mediapriangan.com - Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri, kembali menyoroti fenomena rendahnya pemahaman sejarah di kalangan anak muda.

Menurut Presiden ke-5 RI itu, generasi saat ini banyak yang tidak mengetahui perjalanan panjang berdirinya Republik Indonesia.

“Banyak sekali sekarang orang yang tidak mengetahui sejarah Republik Indonesia yang anak-anak muda apalagi,” ujar Megawati usai pengukuhan 76 anggota Paskibraka di Istana Negara, Jakarta, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Baca Juga: Hadir di Pengukuhan Paskibraka 2025, Megawati Kenang Masa Jadi Anggota Tahun 1963 dan Ingatkan Pentingnya Pancasila

Megawati menegaskan, pentingnya menanamkan nilai nasionalisme sejak dini. Ia juga mengingatkan peran Paskibraka sebagai duta Pancasila.

Pengalamannya saat menjadi anggota Paskibraka tahun 1963 disebut menjadi bekal berharga dalam memahami arti semangat kebangsaan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah konkret.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Paparkan Deretan Prestasi di HUT ke 80 RI

Abdul Mu’ti menyebut, memperkuat rasa cinta tanah air menjadi prioritas utama di sektor pendidikan.

“Memang menjadi concern kami terutama di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagaimana agar rasa cinta tanah air, bangga sebagai bangsa Indonesia dan maju dengan semangat kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan.

Salah satu kebijakan baru yang digulirkan adalah menjadikan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib mulai semester ini. “Mulai semester ini, pramuka kita jadikan sebagai ekstra kurikulum wajib,” ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Pengangguran RI Terendah Sejak 1998, Legislator DPR Dorong Strategi Baru Cipta Lapangan Kerja

Selain itu, Mu’ti menyebut kurikulum juga diarahkan pada pembelajaran mendalam atau deep learning yang lebih kontekstual. Ia menekankan bahwa metode berbasis pengalaman akan memberi ruang lebih besar bagi penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini