Terkait kritikan menu burger dan spaghetti, Nanik menegaskan bahwa menu ini disajikan hanya sesekali untuk memenuhi permintaan anak-anak.
“Anak-anak SPPG boleh request satu kali dalam seminggu agar tidak bosan. Misalnya, di daerah terpencil sulit dapat burger, jadi mereka bisa mencoba satu kali dalam minggu itu,” jelasnya.
Ahli gizi Tan Shot Yen sebelumnya mengkritik menu MBG, menyoroti penggunaan bahan impor seperti tepung terigu untuk burger, serta penyajian menu spaghetti dan bakmi yang kurang sesuai dengan bahan lokal.
Kebijakan baru BGN memastikan MBG tetap memenuhi gizi anak-anak sekaligus memberdayakan UMKM lokal.***