3. Penguasaan Teknologi Siber dan Kecerdasan Buatan (AI)
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti pentingnya penguasaan teknologi siber dan kecerdasan buatan di dunia pertahanan. Menurutnya, penguasaan AI kini menjadi penentu kekuatan militer global.
“Ikuti perkembangan teknologi, siber teknologi, kecerdasan sekarang ini AI, ikuti, jangan ketinggalan,” ucap Prabowo.
“Jangan berhenti berlatih, jangan berhenti belajar,” tambahnya.
4. Kepemimpinan Berdasarkan Prestasi, Bukan Senioritas
Presiden juga menegaskan perlunya sistem regenerasi di tubuh TNI yang menilai kemampuan dan pengabdian, bukan semata senioritas.
“Tidak perlu terlalu memperhitungkan senioritas, yang penting prestasi, pengabdian, cinta tanah air,” kata Prabowo.
“Kepemimpinan di TNI harus kepemimpinan keteladanan, tidak ada tempat bagi pemimpin yang tidak kompeten,” lanjutnya.
5. Apresiasi untuk Keluarga Besar TNI
Sebagai penutup, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga besar TNI, khususnya para istri dan anak prajurit yang selalu mendukung suami atau ayah mereka saat bertugas.
“Saya ucapkan terima kasih kepada istri-istri dan anak-anak para prajurit yang dengan tabah mendukung suami dan ayahnya di tempat berbahaya. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi keluarga besar TNI,” tutur Prabowo.
Upacara HUT ke-80 TNI ini menjadi refleksi penting tentang bagaimana kekuatan militer Indonesia harus bertransformasi di era teknologi dan modernisasi.
Pesan Prabowo di momen bersejarah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari sinergi antara kekuatan moral, kecerdasan teknologi, dan pengabdian kepada rakyat.***