nasional

Wariskan Whoosh dengan Utang Rp116 Triliun, Jokowi Tegaskan Transportasi Umum Tak Diukur dari Laba

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:05 WIB
Jokowi tegaskan pembangunan Whoosh sebagai solusi kemacetan dan investasi sosial jangka panjang, bukan sekadar hitungan laba. (Instagram/jokowi)

Sebagai contoh, Jokowi menyinggung proyek MRT Jakarta yang masih menerima subsidi sekitar Rp800 miliar per tahun, dan diperkirakan meningkat menjadi Rp4,5 triliun per tahun saat rute penuh beroperasi.

“Di situlah keuntungan sosial yang didapatkan dari pembangunan transportasi massal,” imbuhnya.

Baca Juga: Utang Whoosh Bengkak Rp75 Triliun, Harris Turino Desak Audit Forensik dan Reformasi Sistem Pengadaan Proyek Nasional

Lebih lanjut, Jokowi mengakui bahwa mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum bukanlah hal mudah.

“Memindahkan masyarakat, memindahkan orang dari mobil pribadi, motor ke transportasi umum, transportasi massal juga tidak mudah. Mengubah karakter itu nggak mudah,” ucapnya.

Namun, ia menyebut sudah ada pergeseran positif dalam pola mobilitas masyarakat.
“Kita lihat MRT sukses mengangkut penumpang sejak diluncurkan, sudah 171 juta penumpang. Kereta cepat sejak meluncur sampai sekarang mengangkut 12 juta orang,” lanjutnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi di Proyek Whoosh Kian Panas, Mahfud MD Desak KPK Tak Tunggu Laporan, Biaya 3 Kali Lipat dari China

Menurut Jokowi, hal ini menandakan adanya kesadaran baru bahwa transportasi umum menjadi pilihan efisien dan nyaman bagi masyarakat perkotaan.

“Itu tidak mudah dan ini juga bertahap, tidak langsung orang berbondong-bondong ke transportasi massa yang kita miliki,” katanya.

Selain manfaat sosial, Jokowi juga menekankan dampak ekonomi dari kehadiran Whoosh, yang diyakininya mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan baru di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

Baca Juga: AHY Bongkar Pertimbangan Berat di Balik Rencana Rute Whoosh Jakarta Surabaya, Sentil Soal Utang dan Pemerataan Wilayah

“Kereta cepat menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi, menumbuhkan UMKM, warung-warung yang jualan di titik baru itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata dan properti turut merasakan efek positif.
“Wisata di Bandung saya kira juga bisa meningkat dengan adanya Whoosh, nilai properti juga naik. Saya kira kemanfaatannya seperti itu,” tandasnya.

Dengan nada optimis, Jokowi menegaskan bahwa seiring meningkatnya jumlah pengguna Whoosh, potensi kerugian proyek akan terus berkurang dan manfaat ekonomi semakin besar bagi masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini