“Jangan-jangan ini cuma ecek-ecek aja, apalagi kemudian Sigit (Kapolri) tidak diganti bahkan masuk ke dalam tim, jadi pertanyaan besar,” ucapnya.
Baca Juga: Wakapolri Dedi Prasetyo Akui Kelemahan SPKT Saat RDP, Soroti Layanan Publik Polri
Ia juga mempertanyakan alasan penunjukan beberapa mantan pejabat tinggi Polri dalam komisi tersebut.
“Memang dari awal kehadiran mereka (petinggi Polri) sebagai tim reformasi itu sudah tanda tanya besar, bukan hanya kami tapi juga publik, ‘Kok seperti ini?’” katanya.
“Kondisi ini jadi kayak ada reformasi setengah hati,” sambungnya.
Menurut Sri Radjasa, publik sempat berharap pada figur seperti Mahfud MD atau Jimly Asshiddiqie, tetapi munculnya nama seperti Tito Karnavian, Listyo Sigit Prabowo, Idham Azis, Badrodin Haiti, hingga Ahmad Dofiri justru menimbulkan keraguan.
Baca Juga: Istana dan Polri Patuh Putusan MK, Larang Polisi Aktif di Jabatan Sipil, Struktur Birokrasi Dirombak
“Ada Pak Mahfud, Pak Jimly yang diharapkan publik, tapi ketika masuk nama Tito, Sigit, nama-nama lain yang mereka adalah bagian dari pimpinan Polri yang membuat Polri ini harus direformasi,” jelasnya.
“Artinya kan tidak elok ya, ketika mereka melakukan sesuatu yang membuat polisi ini rusak kemudian mereka ada di dalam untuk memperbaiki. Pasti dia akan tutupin karena ini dampaknya ada persoalan hukum ke depan atau nama baik mereka,” terangnya.
Sorotan publik semakin menguat setelah aksi Walk Out yang dilakukan Roy Suryo cs saat mediasi Ijazah Jokowi pada 19 November 2025, yang menurut Sri Radjasa mencerminkan hilangnya kepercayaan kepada Komisi Reformasi Polri.
“Ini (walk out) adalah satu bukti, satu indikasi tim Reformasi Polri tidak patut dipercaya, itu aja,” ujarnya.
Ia menyebut aksi itu dipicu oleh keputusan ketua komisi, Jimly Asshiddiqie, yang meminta para tersangka untuk keluar ruangan atau tetap berada di dalam tetapi tidak menyampaikan pendapat.
“Itu kan satu bentuk ada kompromi antara sipil dengan mantan polisi dan polisi yang masih aktif di tim reformasi. Itu udah kelihatan,” ucapnya.
“Saya nggak berharap lagi, saya dan mereka yang walk out tidak berharap bahwa reformasi ini akan on the track,” tandasnya.***